Kementerian PU dan Mitra Kerja Salurkan Alat Berat dan Logistik Perkuat Penanganan Bencana Sumatra

Perkuat Penanganan Bencana Sumatra dengan Mobilisasi Alat Berat dan Logistik

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama mitra kerja konstruksi mempercepat penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra dengan mengerahkan alat berat dan logistik. Langkah ini sebagai bentuk respons cepat untuk mengatasi dampak yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan darurat. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu wilayah terdampak bencana.

Mobilisasi Alat Berat dan Logistik di Titik Terdampak

Dalam rangka mendukung penanganan bencana, Kementerian PU berkoordinasi dengan sejumlah BUMN konstruksi. PT PP (Persero) Tbk mengerahkan alat berat berupa excavator, wheel loader, truk tangki BBM, dan ribuan pasir bag serta geobag ke Tarutung dan Barus.

Adapun rincian bantuan yang dikirimkan PT PP ke Tarutung mencakup:

  1. 2 unit excavator
  2. 1 unit wheel loader
  3. 1 truk tangki BBM berkapasitas 5.000 liter
  4. 3.000 sand bag
  5. 1.000 geobag
  6. 1 mobil operasional 4×4

Untuk Barus, komposisi bantuan alat dan logistik serupa disiapkan.

Selain itu, PT Waskita Karya Tbk juga mengirimkan sejumlah alat berat dari Medan dan Tapanuli Selatan. Hingga saat penanganan, satu unit excavator dari Tapanuli Selatan diperkirakan tiba sore hari, sedangkan dua excavator dari Medan menuju Tapanuli Utara dengan dukungan suplai BBM untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar.

Penanganan di Sumatra Utara dan Aceh Didukung Berbagai BUMN

PT Adhi Karya (Persero) Tbk turut memperkuat operasi dengan mengerahkan alat berat di beberapa titik utama di Sumatra Utara seperti Sipirok, Batang Toru, dan Siais. Setiap lokasi menerima kombinasi excavator, loader, dan dozer untuk mempercepat pembersihan.

Di wilayah Aceh, Adhi Karya mengoperasikan excavator di tiga titik prioritas yakni Blangkejeren–Kutacane, Bireuen–Takengon, serta akan mengirim alat berat ke Pidie. Hal ini dilakukan guna mempercepat pembukaan akses dan membantu warga yang terdampak longsor.

Sementara itu PT Nindya Karya menyiapkan alat berat dan logistik berupa excavator dan dump truck yang dimobilisasi ke wilayah yang terdampak di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Bantuan logistik dalam bentuk sembako juga disalurkan ke posko-posko di Medan dan Padang.

Peran Strategis Hutama Karya dalam Penanganan Bencana

PT Hutama Karya (Persero) berkontribusi signifikan dalam upaya penanganan darurat di Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Di ruas Padang–Bukittinggi, lima unit excavator secara aktif membersihkan material longsor untuk mengamankan badan jalan.

Di Kota Padang, beberapa alat berat dari sejumlah proyek tol juga dioperasikan, termasuk excavator dari proyek Flyover Sitinjau Lauik. Di Sumatra Utara, Hutama Karya fokus pada ruas Tarutung–Sibolga dengan menurunkan excavator dan truk tangki BBM untuk mendukung operasional alat berat.

Posko darurat yang didirikan di beberapa lokasi terdampak berfungsi sebagai pusat koordinasi lapangan dan distribusi bantuan awal kepada masyarakat lokal bersama pemerintah daerah dan BPBD.

Dukungan Logistik dan Posko Pengungsian untuk Masyarakat

Kementerian PU melalui mitra kerja konstruksi juga menambah posko pengungsian di Rest Area KM 41+000 Jalur B di Tol Binjai–Langsa. Posko ini melayani evakuasi dan distribusi bantuan berupa obat-obatan, makanan siap saji, serta fasilitas transportasi bagi warga terdampak yang memerlukan akses aman.

Pemerintah memastikan bahwa logistik dan bantuan terus disalurkan secara tepat sasaran melalui koordinasi intensif dengan BPBD setempat. Hal ini untuk menjamin kecepatan dan efektivitas dalam pemulihan wilayah yang terkena dampak bencana.

Penanganan darurat oleh Kementerian PU dan mitra kerja konstruksi memperlihatkan pentingnya sinergi antar sektor dalam menghadapi bencana. Langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kawasan terdampak dan mengurangi dampak sosial ekonomi dari banjir dan longsor di Pulau Sumatra.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version