Industri penerbangan Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar terkait armada pesawat Airbus A320. Airbus mengumumkan recall global terhadap 6.000 unit pesawat A320 karena masalah keselamatan yang harus segera ditangani.
Dampak dari recall tersebut juga dirasakan secara signifikan di Indonesia. Sebanyak 38 pesawat Airbus A320 milik maskapai nasional teridentifikasi terdampak dan harus dilakukan inspeksi serta perbaikan sebelum kembali beroperasi. Keputusan ini bersifat darurat dan telah berlaku sejak 30 November 2025 pukul 06.59 WIB, berdasarkan pengumuman dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).
Daftar Maskapai Indonesia Pengguna Airbus A320
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), terdapat enam maskapai di Indonesia yang mengoperasikan pesawat Airbus A320. Maskapai-maskapai tersebut adalah Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan TransNusa.
Jumlah total pesawat Airbus A320 milik keenam maskapai ini mencapai 207 unit. Namun, hingga tanggal 29 November 2025, hanya 143 pesawat yang aktif beroperasi. Dari jumlah tersebut, 38 pesawat A320, atau sekitar 26 persen, dinyatakan terdampak oleh perintah kelaikudaraan darurat dari EASA.
Peran Strategis Airbus A320 di Penerbangan Domestik
Airbus A320 dikenal sebagai armada tulang punggung di sektor penerbangan domestik Indonesia. Karena itu, gangguan operasional akibat recall ini berpotensi menimbulkan dampak luas pada jadwal penerbangan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa banyaknya pesawat A320 yang terdampak memang akan menimbulkan resiko gangguan pada layanan penerbangan.
Para maskapai yang terdampak secara aktif melakukan proses inspeksi dan perbaikan pesawat selama 3 hingga 5 hari sejak pengumuman recall diterbitkan. Proses ini bersifat wajib sebagai upaya memastikan keselamatan penerbangan sebelum pesawat diizinkan kembali untuk terbang.
Tindakan dan Imbauan Pemerintah serta Maskapai
Mengantisipasi dampak recall terhadap layanan penerbangan, pemerintah melalui Ditjen Hubud meminta masyarakat untuk melakukan konfirmasi jadwal keberangkatan secara berkala. Terutama untuk penumpang dengan jadwal tiket pada periode 30 November hingga 4 Desember 2025 diimbau agar segera menghubungi maskapai masing-masing.
Selain itu, pengelola bandara dan maskapai diarahkan agar menyesuaikan operasional dengan cermat. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama selama penanganan recall ini. Pengaturan operasional yang tepat sangat penting untuk meminimalisir gangguan layanan selama masa perbaikan berlangsung.
Berikut ini ringkasan maskapai Indonesia yang menggunakan Airbus A320 beserta jumlah unit terdampak recall:
- Batik Air
- Super Air Jet
- Citilink Indonesia
- Indonesia AirAsia
- Pelita Air
- TransNusa
Total armada: 207 unit
Unit aktif beroperasi: 143 unit
Unit terdampak recall: 38 unit
Dengan langkah perbaikan yang cepat dan protokol keselamatan yang ketat, diharapkan armada Airbus A320 di Indonesia dapat segera kembali beroperasi secara normal. Penumpang disarankan terus memantau informasi terbaru dari maskapai agar tidak mengalami kendala saat bepergian.
Baca selengkapnya di: www.suara.com