Advertisement

Perbandingan Suku Bunga Deposito Bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Terupdate 2026

Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan suku bunga deposito perbankan yang terus berlangsung hingga akhir tahun 2025. Suku bunga deposito 1 bulan turun dari 4,81% menjadi 4,14% per November 2025, sementara penurunan suku bunga kredit masih relatif lambat, dari 9,20% menjadi 8,96%. Tren ini berdampak langsung pada suku bunga deposito di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada awal tahun 2026.

Deposito merupakan instrumen simpanan yang berbeda dari tabungan utama karena adanya komitmen jangka waktu tertentu. Deposito biasanya menawarkan suku bunga lebih tinggi sebagai imbalan bagi nasabah yang tidak menarik dana sebelum jatuh tempo. Oleh karena itu, pilihan produk tergantung pada tujuan keuangan dan kebutuhan likuiditas nasabah.

Suku Bunga Deposito Bank Central Asia (BCA)

Per 1 Oktober 2025, BCA mengubah suku bunga deposito untuk simpanan besar di atas Rp2 miliar. Penyesuaian ini berupa pengurangan bunga sebesar 15 hingga 25 basis poin. Untuk simpanan Rp2 miliar sampai kurang dari Rp5 miliar, suku bunga kini menjadi 3,00% per tahun dari sebelumnya 3,15%. Sedangkan untuk simpanan di atas Rp5 miliar, bunga turun ke 3,00% dari 3,25%.

Berikut suku bunga deposito BCA per Januari 2026 (dalam % per tahun):

  1. Simpanan < Rp10 juta: 1-6 bulan 2,75%, 12 bulan 2,50%
  2. Rp10 juta – < Rp100 juta: 1-6 bulan 2,75%, 12 bulan 2,50%
  3. Rp100 juta – < Rp500 juta: 1-6 bulan 2,75%, 12 bulan 2,50%
  4. Rp500 juta – < Rp2 miliar: 1-6 bulan 2,75%, 12 bulan 2,50%
  5. Rp2 miliar – < Rp5 miliar: 1-3 bulan 3,00%, 6 bulan 2,75%, 12 bulan 2,50%
  6. ≥ Rp5 miliar: 1-3 bulan 3,00%, 6 bulan 2,75%, 12 bulan 2,50%

Suku bunga deposito BCA berkisar antara 2,50% hingga 3,00% per tahun tergantung tenor dan nilai simpanan.

Suku Bunga Deposito Bank Mandiri

Bank Mandiri masih mempertahankan tingkat bunganya sejak Juli 2025, dengan kisaran 2,25% hingga 2,50% per tahun. Suku bunga tertinggi 2,50% diberikan pada tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan. Untuk tenor 1 dan 3 bulan, suku bunga flat di 2,25%.

Setoran awal untuk bisa membuka deposito Mandiri adalah Rp10 juta melalui kantor cabang atau Rp1 juta lewat aplikasi Livin’ by Mandiri. Jadwal suku bunga deposito Mandiri adalah:

  1. Semua tier simpanan pada tenor 1 dan 3 bulan: 2,25%
  2. Semua tier simpanan pada tenor 6, 12, dan 24 bulan: 2,50%

Deposito bisa memilih bunga dibayarkan setiap bulan atau pada saat jatuh tempo.

Suku Bunga Deposito Bank Rakyat Indonesia (BRI)

BRI menawarkan suku bunga deposito dengan rentang 2,50% sampai 3,00% per tahun. Bunga tertinggi 3,00% berlaku untuk tenor 1 dan 3 bulan. Untuk tenor 6 bulan, suku bunga 2,75%, sedangkan tenor 12 dan 24 bulan dibanderol 2,50%.

Setoran awal minimum Rp10 juta jika buka lewat unit kerja BRI, sedangkan lewat internet banking minimal Rp5 juta dan maksimal Rp100 juta. Tenor deposito BRI tersedia mulai dari 1 bulan hingga 36 bulan dengan rincian suku bunga:

  1. < Rp100 juta: 1 dan 3 bulan 3,00%, 6 bulan 2,75%, 12-36 bulan 2,50%
  2. Rp100 juta – Rp2 miliar: sama seperti di atas
  3. Rp2 miliar: suku bunga juga sama

Suku Bunga Deposito Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI memperbarui suku bunga per 5 November 2025. Rentang bunga deposito rupiah di BNI adalah 2,25% hingga 2,75% per tahun. Tenor 1 bulan mendapatkan bunga 2,25%, tenor 3 bulan 2,50%, dan tenor 6 bulan 2,75%. Sementara tenor 12 dan 24 bulan tetap pada 2,50%.

Minimum penempatan dana untuk membuka deposito BNI adalah Rp5 juta. Struktur suku bunga deposito BNI berdasarkan nominal simpanan dan tenor adalah:

  1. Semua nominal: 1 bulan 2,25%, 3 bulan 2,50%, 6 bulan 2,75%, 12 dan 24 bulan 2,50%

Penurunan suku bunga deposito ini mencerminkan kebijakan monetari Bank Indonesia yang berfokus pada penurunan biaya dana perbankan sekaligus berharap pemberian kredit bisa lebih murah. Untuk nasabah yang berencana membuka deposito di awal 2026, penting mengetahui suku bunga terbaru agar bisa memilih produk yang optimal sesuai profil kebutuhan dan kemampuan investasi. Deposito tetap menjadi pilihan aman dengan imbal hasil yang stabil meskipun bunga cenderung lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button