Advertisement

KFC dan Pizza Hut Gabung dalam Merger Besar dengan Nilai Transaksi Capai Puluhan Triliun

Industri restoran cepat saji di Asia Selatan mengalami perubahan besar setelah pengumuman merger antara operator KFC dan Pizza Hut di India. Kesepakatan ini melibatkan Devyani International dan Sapphire Foods India dengan nilai transaksi mencapai Rp15,6 triliun.

Merger ini bertujuan menguatkan posisi merek-merek di bawah Yum! Brands di pasar yang tengah berkembang pesat. Devyani International akan menerbitkan 117 saham baru untuk setiap 100 saham Sapphire Foods, menggabungkan kekuatan kedua perusahaan.

Sinergi penggabungan diharapkan menghasilkan penghematan sekitar 2,2 miliar rupee atau setara Rp390 miliar per tahun mulai tahun kedua. Selain efisiensi biaya, merger juga memungkinkan percepatan ekspansi gerai KFC serta revitalisasi brand Pizza Hut di India.

Saat ini, Devyani International mengelola lebih dari 2.000 gerai di berbagai negara seperti Thailand dan Nigeria. Sementara itu, Sapphire Foods mengoperasikan ratusan gerai KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell di India. Penyatuan ini diproyeksikan menciptakan jaringan distribusi terbesar dengan ribuan gerai di Asia Selatan.

Ranjith Roy, CFO Yum! Brands, menyatakan bahwa pasar India memiliki potensi pertumbuhan besar dan menjadi prioritas utama mereka. “India memiliki ruang yang cukup untuk pertumbuhan lebih lanjut,” ujarnya kepada CNBC pada awal Januari 2026.

Sumeet Narang, Direktur Nomine di Sapphire Foods, menambahkan bahwa merger ini menempatkan India sebagai pusat pertumbuhan global bagi Yum!. Ia menilai India bisa menjadi ‘permata mahkota’ di antara pasar internasional perusahaan.

Reaksi pasar saham menunjukkan optimisme terhadap merger tersebut. Saham Devyani International naik 5,3% setelah pengumuman, sedangkan saham Sapphire Foods sempat turun 6,4% pada pembukaan perdagangan hari itu. Proses penggabungan diperkirakan memakan waktu antara 12 hingga 15 bulan, menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham.

Berikut poin penting dari merger KFC dan Pizza Hut di India:

1. Nilai transaksi mencapai US$ 934 juta atau Rp15,6 triliun.
2. Devyani menerbitkan 117 saham baru untuk setiap 100 saham Sapphire.
3. Target sinergi biaya tahunan sekitar Rp390 miliar mulai tahun kedua.
4. Percepatan ekspansi gerai KFC dan perbaikan performa Pizza Hut.
5. Penggabungan mengelola ribuan gerai di Asia Selatan.
6. Proses merger berlangsung selama 12-15 bulan.

Langkah ini menjadi strategi Yum! Brands dalam mengoptimalkan potensi pasar India yang masih luas. Dengan merger ini, persaingan industri restoran cepat saji di Asia diperkirakan akan semakin ketat dan inovasi layanan menjadi kunci utama untuk meraih pelanggan baru.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button