Advertisement

5 Cara Koperasi Dilibatkan untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Daerah Pascabencana

Pemerintah melibatkan koperasi sebagai motor penggerak dalam pemulihan ekonomi pascabencana di wilayah Sumatra. Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan koperasi akan berperan aktif dalam membantu pemulihan sosial dan ekonomi melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa sejumlah koperasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Khusus di Sumatra Utara, kerugian koperasi mencapai Rp37,72 miliar. Terdapat 9 koperasi mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang mengalami kerugian total Rp20,66 miliar akibat bencana.

Untuk meringankan beban koperasi terdampak, Kemenkop bersama LPDB menerapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan. Langkah ini mencakup grace period dan perpanjangan masa tenor hingga 60 bulan. LPDB juga melakukan monitoring secara berkelanjutan demi menjaga keberlangsungan usaha koperasi yang terkena dampak.

Selain aspek pembiayaan, Kemenkop telah menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana. Bantuan ini meliputi kebutuhan dasar seperti pembalut wanita, hygiene kit, toilet portabel, penyulingan air, mainan anak, paket makanan bayi, mushaf Al-Qur’an, hingga kain kafan. Donasi yang terkumpul dari gerakan ini mencapai Rp1,86 miliar.

Sebagai bagian dari pemulihan, Kemenkop dan Gerakan Koperasi juga membantu pendirian posko-posko di wilayah terdampak, yaitu di Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Agam. Posko-posko tersebut berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan sekaligus konsolidasi berbagai pihak yang membantu pengaktifan kembali koperasi. Posko ini juga menyediakan layanan suplai barang bagi Hunian Tetap Sementara.

Pendataan pascabencana menjadi perhatian utama dalam proses rekonsiliasi data pemulihan. Menteri Ferry menekankan pentingnya basis data yang presisi agar penyaluran bantuan dan intervensi berjalan cepat serta tepat sasaran. Hal ini untuk menghindari pengulangan pendataan yang tidak efektif.

Dalam dukungan jangka panjang, Kemenkop memprioritaskan pembangunan gerai, gudang, dan sarana pendukung untuk koperasi desa dan kelurahan merah putih yang terdampak bencana. Pendampingan pemulihan usaha dan penguatan kelembagaan koperasi pun dilakukan agar koperasi dapat kembali beroperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Kemenkop juga berencana mengumpulkan seluruh koperasi terdampak di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh agar kegiatan usaha dapat dimulai kembali dan mendorong perekonomian daerah pascabencana. Kolaborasi dengan kementerian lain menjadi kunci langkah strategis dalam mempercepat pemulihan dan penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi daerah.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button