Pesta belanja online terbesar di Indonesia, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025, berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp36,4 triliun. Angka ini melampaui target pemerintah yang sebelumnya diperkirakan di kisaran Rp33 hingga Rp34 triliun.
Pertumbuhan transaksi Harbolnas 2025 mencapai 17 persen dibandingkan tahun lalu yang mencatat Rp31,2 triliun. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai keberhasilan ini menjadi tanda kuatnya daya beli masyarakat serta peran signifikan Harbolnas dalam memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional.
Kontribusi Produk Lokal Meningkat Signifikan
Produk dalam negeri menyumbang transaksi sebesar Rp16,6 triliun atau hampir setengah dari total transaksi. Angka ini meningkat sekitar Rp500 miliar dibandingkan 2024. Kesuksesan produk lokal ini didukung oleh tingginya permintaan pada kategori fesyen, pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta makanan dan minuman.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung UMKM agar mampu memperkuat kapasitas digital mereka. Upaya ini diharapkan menjaga momentum positif penggunaan produk lokal sehingga mampu berkontribusi lebih besar pada ekonomi nasional di masa mendatang.
Perubahan Perilaku Konsumen dan Dominasi Live Shopping
Harbolnas 2025 juga menunjukkan pergeseran perilaku konsumen. Fitur Live Shopping tampil sebagai pilihan utama dengan tingkat minat hingga 80 persen, jauh mengungguli fitur gamifikasi yang hanya diminati 31 persen konsumen. Interaksi langsung secara real-time dan kemampuan melihat ulasan produk secara langsung dipandang sebagai faktor penting dalam keputusan pembelian.
Selain itu, pemasaran berbasis afiliator terbukti sangat efektif. Sebanyak 54 persen transaksi dilakukan melalui tautan yang dibagikan afiliator di platform media sosial populer seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Strategi ini memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha dan konsumen.
Peran Serta Pelaku Usaha dan Pemerintah
Lebih dari 1.300 pelaku usaha telah berpartisipasi dalam Harbolnas 2025. Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi e-commerce idEA, dan para pelaku niaga digital berhasil menggerakkan aktivitas ekonomi secara kolektif. Momentum ini menjadi bukti bahwa perayaan belanja daring dapat menjadi penggerak utama penguatan perdagangan digital dan ekonomi nasional.
Dengan capaian ini, Harbolnas berpotensi terus tumbuh dan menjadi agenda strategis dalam mendorong perdagangan digital di Indonesia. Berbagai inovasi dalam teknologi dan strategi pemasaran diharapkan mampu mengakselerasi tren positif ini ke tahun-tahun berikutnya.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




