Pelaksana tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menuduh Israel terlibat dalam operasi penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Tuduhan tersebut dilontarkan dalam sebuah pidato yang disiarkan secara nasional, di mana Rodriguez menyebutnya sebagai serangan Zionis terhadap Venezuela.
Rodriguez tidak menghadirkan bukti publik untuk mendukung klaim keterlibatan Israel. Namun, dia menegaskan kembali posisi pemerintahnya bahwa Maduro adalah presiden sah Venezuela meskipun sudah ditangkap dan dibawa ke New York oleh pasukan AS.
Konteks Penangkapan dan Respons Pemerintah Venezuela
Penangkapan Maduro terjadi di Karakas, dan langkah ini memicu ketegangan politik di Venezuela. Mahkamah Konstitusi Venezuela kemudian menunjuk Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara selama ketidakhadiran Maduro. Keputusan ini menimbulkan kebingungan mengenai siapa yang sebenarnya memimpin negara.
Rodriguez tampil bersama beberapa pejabat senior seperti Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez, Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello, dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez. Kehadiran mereka menandai kesatuan elite penguasa dalam menghadapi tekanan internal dan eksternal.
Reaksi Amerika Serikat dan Sikap Israel
Presiden AS, Donald Trump, memberikan apresiasi terhadap operasi penangkapan tersebut. Ia mengklaim bahwa tindakan ini merupakan langkah tegas untuk mengakhiri masa pemerintahan Maduro. Sejauh ini, pejabat Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang disampaikan oleh pihak Venezuela.
Latar Belakang Hubungan Venezuela dan Israel
Venezuela dikenal sebagai pendukung kuat kemerdekaan Palestina dan secara rutin menggunakan istilah Zionis dalam konteks konflik politik dan diplomatik. Sikap Venezuela ini berbeda dengan beberapa negara Amerika Latin lainnya seperti Cile, Argentina, Peru, dan Ekuador yang cenderung lebih mendukung Israel.
Berikut rangkuman pandangan dan fakta terkait tuduhan Venezuela terhadap Israel:
- Tuduhan Israel terlibat disampaikan tanpa bukti konkret.
- Maduro tetap diakui sebagai presiden sah oleh pemerintah Venezuela.
- Amerika Serikat memuji operasi penangkapan sebagai keberhasilan besar.
- Pejabat Israel belum merespons tuduhan tersebut.
- Venezuela secara historis menentang Israel dan mendukung Palestina.
Tuduhan ini muncul di tengah ketegangan hubungan antara Venezuela dan kekuatan asing, terutama Amerika Serikat. Retorika ini mencerminkan strategi politik yang telah lama digunakan oleh pemerintahan Chavista untuk melawan tekanan internasional.





