Advertisement

Mengenal Saham DADA yang Bangkit, Intip Fakta Fundamental dan Peluang Investasinya

Pergerakan harga saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menarik perhatian pasar modal pada awal Januari 2026. Setelah lama stagnan di level Rp50 per saham, saham DADA kembali menunjukkan lonjakan aktivitas perdagangan. Lonjakan ini menjadi tanda bangun dari tidur yang cukup signifikan bagi saham yang sebelumnya sempat mengalami volatilitas ekstrem.

Pada pertengahan hingga akhir 2025, saham DADA sempat naik tajam hingga menyentuh Rp240 per lembar saham. Namun, kenaikan ini tidak bertahan lama karena aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali. Akibatnya harga saham kembali tertekan turun ke level Rp50, kembali ke posisi terendah.

Peran Pemegang Saham Pengendali dalam Volatilitas

Data perdagangan menunjukan adanya korelasi kuat antara volatilitas harga saham DADA dengan aktivitas transaksi dari pemegang saham pengendali, PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII). Aksi profit taking oleh entitas pimpinan Adam Bilfaqih ini kerap memicu tekanan jual yang signifikan.

Ketika saham DADA mengalami kenaikan, pemilik mayoritas justru melepas sebagian besar kepemilikannya. Penjualan besar ini memberikan beban psikologis dan teknis pada harga saham. Oleh karena itu, kenaikan harga saham gagal bertahan lama dan berakhir dengan penurunan signifikan kembali.

Fundamental Perusahaan yang Masih Menjadi Sorotan

Kondisi fundamental PT Diamond Citra Propertindo juga menimbulkan kekhawatiran investor. Berdasarkan laporan keuangan terakhir, auditor independen memberikan opini dengan catatan khusus mengenai kelangsungan usaha (going concern). Hal ini menunjukkan adanya risiko yang muncul dari ketidakseimbangan keuangan.

Posisi liabilitas jangka pendek DADA tercatat lebih tinggi ketimbang aset lancarnya. Situasi ini menandakan tantangan serius dalam hal likuiditas perusahaan. Kondisi ini juga menjadi faktor utama yang membuat investor ragu untuk menaruh kepercayaan penuh pada perbaikan kinerja keuangan perseroan.

Isu Kepailitan yang Sering Keliru Dipahami

Beredarnya isu kepailitan terhadap DADA di kalangan investor ritel ternyata tidak tepat. Hingga awal 2026, belum ada putusan resmi pailit untuk PT Diamond Citra Propertindo Tbk. Kebingungan pasar biasanya muncul dari kasus entitas lain yang memiliki nama serupa.

Meski demikian, tekanan keuangan tetap nyata dirasakan perusahaan. Tidak ada tanda-tanda perbaikan fundamental yang signifikan sepanjang periode pengawasan pasar. Hal ini membuat risiko investasi pada saham DADA tetap tinggi dalam jangka pendek.

Kembali ke Pasar Reguler Setelah FCA

Pada Oktober 2025, saham DADA keluar dari papan pemantauan khusus Full Call Auction (FCA). Perubahan ini mengembalikan mekanisme perdagangan saham ke pasar reguler. Konsekuensinya, fluktuasi harga menjadi lebih cepat dan agresif.

Kembalinya perdagangan normal ini memungkinkan terjadinya volatilitas yang lebih tinggi sesuai dengan dinamika transaksi pasar. Investor harus memperhatikan potensi risiko dan peluang yang muncul dari perubahan mekanisme ini.

Poin Penting Fakta Fundamental Saham DADA

  1. Saham DADA mengalam lonjakan harga drastis namun gagal bertahan lama.
  2. Pemegang saham pengendali melakukan aksi jual besar saat harga naik.
  3. Posisi keuangan perusahaan masih menunjukkan risiko likuiditas tinggi.
  4. Tidak ada putusan resmi terkait kepailitan DADA hingga awal 2026.
  5. Saham keluar dari papan FCA dan kembali diperdagangkan di pasar reguler.

Pergerakan saham DADA mencerminkan kondisi perusahaan yang sarat dinamika namun penuh risiko. Investor perlu terus memantau laporan keuangan dan aktivitas transaksi dari pemegang saham utama. Pemahaman mendalam atas kondisi fundamental menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas yang terjadi.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button