Advertisement

Waspada! Tanda-Tanda Perlambatan Ekonomi Global yang Bisa Pengaruhi Indonesia Segera

Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi perlambatan ekonomi global yang diprediksi makin parah di tahun 2026. Perlambatan ini berasal dari kondisi ekonomi utama dunia seperti China dan Amerika Serikat yang menjadi motor penggerak ekonomi global.

China saat ini mengalami deflasi dengan pertumbuhan ekonomi resmi sekitar 5 persen, namun banyak pihak memperkirakan angka sebenarnya hanya sekitar 2 persen. Sementara Amerika Serikat menghadapi tekanan berat akibat tingginya utang publik dan defisit anggaran, yang mendorong inflasi tetap tinggi.

Faktor-faktor Global yang Memengaruhi Ekonomi Indonesia
Selain China dan AS, negara-negara Eropa seperti Inggris dan Jerman juga mengalami tekanan ekonomi yang berimbas pada kondisi perekonomian global. Ketegangan geopolitik turut memperburuk situasi, misalnya konflik di Venezuela dan latihan militer China di dekat Taiwan yang meningkatkan ketidakpastian global.

Pembatasan perdagangan menjadi isu lain yang mengganggu stabilitas ekonomi. Amerika Serikat pernah memberlakukan tarif resiprokal yang diikuti negara-negara Eropa seperti Belanda. Contohnya, Belanda melarang ekspor chip dari Nexperia, mengganggu rantai pasok di sektor otomotif dan elektronik. China juga melarang ekspor rare earth, sementara Jepang dan beberapa negara menghadapi tekanan fiskal akibat meningkatnya beban perlindungan sosial.

Dampak Langsung pada Indonesia
Ketidakpastian akibat berbagai faktor eksternal ini meningkatkan volatilitas pasar finansial dan berdampak pada harga komoditas di dalam negeri. Tahun sebelumnya, Indonesia mengalami arus modal keluar besar-besaran yang melemahkan nilai tukar rupiah. Hal ini menambah beban pada biaya pinjaman pemerintah melalui Surat Berharga Negara (SBN).

Neraca pembayaran Indonesia juga mencatat defisit yang semakin melebar, menekan cadangan devisa. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS terjadi, berbeda dari mata uang lain yang justru menguat. Kondisi ini menciptakan tantangan eksternal yang cukup serius bagi stabilitas ekonomi nasional.

Strategi dan Tindakan Pemerintah
Pemerintah perlu waspada dan mengambil langkah pencegahan agar perlambatan global tidak berujung ke krisis dalam negeri. Penguatan sektor domestik, diversifikasi ekonomi, serta menjaga stabilitas makroekonomi menjadi kunci utama. Misalnya, kebijakan menjaga tarif listrik tahun 2026 agar tidak naik bertujuan memberi kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap optimal tanpa beban tambahan.

Selain itu, manajemen risiko terhadap volatilitas pasar finansial dan menjaga arus modal penting dilakukan. Pemerintah dan otoritas keuangan harus terus memantau kondisi global dan mengambil langkah antisipatif terhadap gejolak pasar serta gangguan rantai pasok global.

Pentingnya Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional
Indonesia harus fokus memperkuat ketahanan ekonomi dari sisi produksi, distribusi, serta pengelolaan sumber daya dalam negeri. Dengan kondisi global yang tidak menentu dan risiko geopolitik yang meningkat, ketahanan internal menjadi benteng utama.

Melalui upaya perbaikan struktur ekonomi dan reformasi kebijakan yang adaptif, Indonesia dapat mengurangi dampak negatif perlambatan ekonomi global. Penyesuaian strategi fiskal dan moneter yang tepat juga akan membantu menstabilkan perekonomian nasional dalam menghadapi guncangan eksternal pada tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait

Back to top button