Advertisement

Anak Muda Kini Semakin Bijak Kelola Keuangan dan Tinggalkan Stigma Boros Lama

Generasi muda Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Data terkini mengungkapkan bahwa stigma boros yang melekat pada anak muda kini mulai patah.

Menurut laporan Populix, mayoritas milenial dan Gen Z semakin sadar pentingnya menabung dan membangun kebiasaan finansial sejak dini. Sebanyak 77 persen responden studi tersebut mengaku menabung secara rutin, meskipun nominalnya bervariasi.

Indah Tanip, VP of Research Populix, menyatakan bahwa kesadaran untuk menyimpan uang tetap ada, bahkan bagi yang belum rutin menabung. “Kesadaran untuk menabung walau sedikit, membentuk fondasi penting bagi disiplin keuangan jangka panjang,” ujarnya.

Pengelolaan keuangan generasi muda cenderung dilakukan dengan membagi pendapatan secara sistematis. Hampir separuh milenial langsung mengalokasikan gajinya ke pos pengeluaran dan tabungan secara bersamaan. Berbeda dengan milenial, Gen Z lebih dahulu menyisihkan tabungan sebelum memenuhi kebutuhan lain.

Pemilihan media penyimpanan dana juga menunjukkan perbedaan gaya antara dua kelompok ini. Gen Z lebih banyak menggunakan dompet digital atau e-wallet, menyesuaikan dengan gaya hidup digital yang serba cepat. Sebaliknya, milenial masih mengandalkan rekening bank sebagai medium utama, meski sebagian besar tetap menyimpan uang tunai di rumah karena alasan psikologis.

Fenomena menyimpan uang tunai ini dipandang sebagai bentuk kontrol tersendiri atas kondisi keuangan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. Indah menjelaskan bahwa uang fisik memberikan rasa aman yang sulit tergantikan oleh instrumen digital.

Selain menabung, sebagian anak muda mulai menunjukkan minat terhadap instrumen investasi. Sekitar 14 persen responden lebih memilih investasi saham, reksa dana, dan aset digital seperti kripto. Sementara itu, 12 persen lainnya cenderung mengalokasikan dana ke aset fisik seperti emas dan properti.

Tren ini menandakan bahwa generasi muda sudah melihat investasi sebagai bagian dari strategi keuangan mereka untuk jangka panjang. Kesadaran finansial seperti ini semakin penting di tengah kondisi ekonomi global yang semakin kompleks dan kenaikan biaya hidup yang tinggi.

Perubahan pola pikir generasi muda terhadap keuangan ini juga didukung oleh akses mudah ke berbagai platform edukasi dan layanan keuangan digital. Mereka aktif mencari informasi yang membantu mengelola uang secara efektif. Hal ini berbeda dengan persepsi lama yang menganggap anak muda cenderung boros dan tidak peduli terhadap masa depan finansial.

Dalam konteks ini, edukasi keuangan menjadi kunci utama untuk memperkuat disiplin dan pemahaman tentang pengelolaan uang. Lembaga keuangan dan pemerintah dapat berperan penting dengan menyediakan konten edukasi yang relevan dan mudah diakses oleh milenial dan Gen Z.

Secara keseluruhan, kesadaran dan perilaku finansial anak muda kini semakin matang dan terarah. Mereka tidak hanya fokus pada konsumsi, tetapi juga mulai memandang tabungan dan investasi sebagai bagian penting dari perencanaan keuangan yang sehat. Hal ini menjadi tanda positif bagi keberlangsungan ekonomi di masa depan.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button