Patung Macan Ikonik Kediri Kini Punya Merchandise Resmi, Peluang Cuan Baru untuk Warga!

Patung macan putih yang berada di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kediri, kini resmi memiliki merchandise sendiri. Patung yang sempat viral di media sosial karena ekspresi wajahnya yang lucu ini berhasil menarik perhatian banyak wisatawan dan kolektor.

Fenomena viral patung macan ini bermula dari unggahan foto di platform X dan TikTok. Berbeda dari patung macan biasanya yang terlihat gagah, patung ini justru menampilkan ekspresi yang jenaka dengan mata dan mulut yang tampak ramah. Ekspresi unik tersebut menjadi bahan meme yang membuat banyak orang penasaran untuk datang langsung ke lokasi.

Merchandise bertema macan putih mulai bermunculan di sekitar lokasi patung. Produk yang dijual antara lain kaos, stiker, balon, dan aksesori untuk motor serta mobil. Semua barang dagangan tersebut mengusung desain menarik dan unik, seperti kaos bergambar patung macan dengan tulisan “I Love Balongjeruk”.

Harga merchandise ini cukup terjangkau sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan dan penduduk lokal. Contohnya, stiker macan dijual mulai dari Rp2.000 per buah. Kehadiran produk-produk ini memberikan pilihan oleh-oleh khas yang berbeda dari tempat wisata lainnya.

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menuturkan bahwa patung macan putih awalnya hanya sebagai ikon desa. Kini, patung tersebut berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus objek wisata baru yang mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Safi’i menyatakan, “Pembuatan ikon Patung Macan Putih ini kami syukuri karena ternyata membawa keberkahan bagi UMKM Desa Balongjeruk dan sekitarnya.”

Seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung, jumlah pedagang dadakan yang menjual merchandise di sekitar lokasi juga bertambah pesat. Dari awalnya hanya sekitar 10 pedagang, kini sudah lebih dari 100 penjual yang beroperasi setiap hari. Kondisi ini menandakan adanya pertumbuhan ekonomi yang konkret berkat viralnya patung macan.

Momentum ini pun membuka peluang baru bagi pengrajin lokal. Mereka dapat memanfaatkan kreativitas dan keterampilan untuk membuat berbagai produk menarik yang menjadi oleh-oleh khas. Selain itu, keberadaan patung juga meningkatkan daya tarik wisata di Desa Balongjeruk sehingga wisatawan tidak hanya berfoto, tapi juga membawa pulang produk eksklusif sebagai kenang-kenangan.

Patung macan putih ini menunjukkan bagaimana ikon lokal yang awalnya sederhana bisa berkembang menjadi sumber pendapatan dan penggerak perekonomian desa. Keberhasilan ini membuktikan potensi kreativitas masyarakat dalam mengelola aset budaya secara inovatif dan berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button