Tipu Daya Cinta Bikin Kerugian Miliaran Rupiah, Ini Fakta Kasus Penipuan Terbaru

Modus penipuan daring dengan kedok percintaan atau love scamming telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, total kerugian mencapai Rp 49,19 miliar akibat tipu daya cinta yang dilakukan pelaku dengan menggunakan identitas palsu.

Menurut Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, modus love scam ini menargetkan korban tanpa membedakan usia dan latar belakang. Pelaku memanfaatkan kepercayaan korban lewat platform online untuk mengelabui dan meminta sejumlah uang.

Jumlah Laporan dan Kerugian

Indonesia Anti-Scam Center menerima sebanyak 3.494 laporan love scam sepanjang tahun 2025. Jumlah laporan ini menunjukkan betapa maraknya fenomena penipuan dengan embel-embel hubungan asmara secara daring. Total kerugian mencapai hampir 50 miliar rupiah, angka yang cukup mencengangkan bagi masyarakat yang menjadi korban.

Peringatan dan Imbauan OJK

OJK mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan seperti ini. Friderica menegaskan pentingnya sikap hati-hati karena pelaku menggunakan berbagai teknik manipulasi psikologis agar korban kehilangan uang dalam jumlah besar. Kerugian akibat tipu daya cinta tidak hanya menimbulkan masalah finansial tetapi juga trauma psikologis mendalam.

Modus Penipuan di Akhir Tahun

Selain love scamming, ada tren penipuan lain yang meningkat pada akhir tahun. Data OJK menyebutkan bahwa penipuan transaksi belanja online dan panggilan palsu menjadi modus yang paling marak. Pada periode Natal 2025, laporan terkait penipuan berkurang dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi tetap menjadi ancaman serius bagi konsumen.

Wanita bernama Kiki yang turut memberikan data menjelaskan, hingga 30 November 2025 tercatat 373.129 laporan penipuan dengan berbagai modus. Penipuan jual-beli online mendominasi, terutama dengan konteks promo dan diskon di musim liburan.

Cara Pelaku Memanipulasi Korban

Pelaku love scamming biasanya membangun kepercayaan melalui komunikasi intens dan kedok identitas yang meyakinkan. Setelah korban yakin, pelaku memulai permintaan uang atau transfer dana dengan berbagai alasan, misalnya biaya pengobatan, perjalanan, atau keperluan mendesak lain yang nyata tapi palsu.

Berikut adalah beberapa ciri modus love scam yang sering terjadi:

  1. Pelaku cepat menunjukkan ketertarikan dan perasaan mesra.
  2. Menggunakan foto dan profil palsu yang menarik.
  3. Meminta uang atau transfer dana secara bertahap atau sekaligus.
  4. Menghindari pertemuan langsung atau video call untuk menghindari terungkapnya identitas asli.

Peran Penting Literasi Digital dan Ketahanan Konsumen

Situasi ini menegaskan perlunya edukasi literasi digital dan perlindungan konsumen yang lebih intensif. Masyarakat diimbau selalu memverifikasi informasi personal saat berinteraksi secara daring, terutama jika ada permintaan uang dari orang yang baru dikenal secara online.

Penting juga bagi platform digital menghadirkan sistem keamanan lebih ketat untuk meminimalisasi penyebaran akun palsu yang digunakan sebagai modus penipuan. OJK bersama Indonesia Anti-Scam Center terus mendorong partisipasi aktif masyarakat melaporkan kasus penipuan agar bisa mendapatkan tindakan cepat.

Kasus love scamming yang merugikan uang masyarakat hingga puluhan miliar rupiah ini menjadi peringatan serius tentang bahaya tipu daya online. Waspada dan cerdas dalam menghadapi tawaran atau kedekatan di dunia maya adalah langkah utama mencegah kerugian lebih lanjut.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button