Tren pengelolaan keuangan di kalangan generasi Z memperlihatkan perubahan pola yang signifikan. Banyak dari mereka sekarang mengadopsi soft saving, suatu pendekatan yang mengutamakan kesejahteraan mental dan kualitas hidup saat ini daripada menabung secara agresif untuk masa depan.
Soft saving berarti menyisihkan uang hanya setelah kebutuhan dasar, kesehatan mental, dan kebahagiaan terpenuhi. Cara ini berbeda jauh dengan gaya hidup FIRE (financial independence, retire early) yang mengharuskan pengorbanan besar di masa muda demi kebebasan finansial dini.
Perubahan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor luar biasa penting. Kenaikan harga rumah, beban utang pendidikan, serta ketidakpastian pasar kerja membuat Gen Z mendefinisikan ulang arti sukses keuangan. Survei Intuit 2023 mengungkapkan hampir 75 persen Gen Z lebih memilih hidup lebih berkualitas daripada memaksakan penambahan saldo tabungan.
Data lain dari survei TIAA 2024 menunjukkan sebanyak 48 persen Gen Z lebih terdorong untuk menikmati kehidupan saat ini daripada fokus merencanakan masa depan, akibat berbagai tantangan global yang memengaruhi psikologis mereka. Meskipun terlihat lebih santai dalam hal menabung, sebanyak 84 persen Gen Z tetap rutin menyisihkan sebagian pendapatan dan 57 persen berusaha menjalankan anggaran keuangan.
Manfaat dari Soft Saving
Pendekatan soft saving menghasilkan manfaat signifikan, khususnya bagi kesehatan mental. Dengan investasi ke pengalaman hidup seperti traveling dan kegiatan sosial, Gen Z menghindari penundaan kebahagiaan dalam waktu yang lama. Fleksibilitas ini juga memungkinkan pengembangan karier dan keterampilan tanpa tekanan target finansial konvensional yang kerap menyulitkan.
Risiko yang Harus Diwaspadai
Namun, pendekatan ini tidak bebas risiko. Tantangan terbesar adalah potensi kekurangan dana pensiun karena menunda tabungan jangka panjang. Gen Z pun menghadapi risiko memiliki dana darurat yang minim sehingga rentan terhadap keadaan darurat finansial. Selain itu, fenomena lifestyle creep bisa membuat pengeluaran membengkak seiring peningkatan pendapatan, sehingga tabungan tetap sulit dikumpulkan.
Untuk mengatasi hal ini, keseimbangan dalam pengelolaan keuangan sangat penting. Praktik bijak seperti mengatur utang dengan cermat, dan melakukan investasi kecil tapi konsisten mampu memberikan cadangan finansial di masa depan tanpa mengorbankan kualitas hidup saat ini.
Melihat realitas ekonomi dan tekanan kehidupan modern yang kompleks, soft saving merupakan respon Gen Z terhadap ketidakpastian global. Pendekatan ini menempatkan prioritas pada kebahagiaan sekarang sekaligus tetap membuka peluang untuk keamanan finansial jangka panjang melalui pengelolaan yang disiplin dan bertanggung jawab.





