PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) akan segera mencairkan dividen interim kepada para pemegang sahamnya. Dividen tersebut dijadwalkan masuk ke rekening pemegang saham pada pekan depan, menandai akhir dari proses cum dan ex dividen yang telah dilalui di pasar saham.
Bank Mandiri telah menetapkan pembayaran dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp100 per saham, dengan total nilai sekitar Rp9,3 triliun. Pembayaran ini direncanakan dilakukan pada 14 Januari 2026, satu hari lebih awal dibandingkan dengan Bank Rakyat Indonesia. Sementara itu, BRI akan membayar dividen interim sebesar Rp137 per saham, yang secara total mencapai Rp20,63 triliun, dan dijadwalkan masuk rekening para investor mulai 15 Januari 2026.
Jadwal Cum dan Ex Dividen
- BBRI menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 29 Desember 2025 dan di pasar tunai pada 2 Januari 2026.
- Daftar pemegang saham yang berhak mendapat dividen BBRI ditetapkan pada 2 Januari 2026.
- BMRI menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler berakhir pada 5 Januari 2026 dan di pasar tunai pada 7 Januari 2026.
- Daftar pemegang saham BMRI yang berhak atas dividen interim ditetapkan pada 7 Januari 2026.
Pembayaran dividen ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan kedua bank. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Senior Vice President Bank Mandiri, Adhika Vista Adhika, yang menegaskan kelangsungan bisnis perseroan tetap kokoh meski sedang membagikan dividen interim dalam jumlah besar.
Alokasi Dividen Terbesar ke Pemegang Saham Pengendali
Danantara Asset Management, sebagai pemegang saham pengendali utama BBRI dan BMRI, diperkirakan akan menerima porsi dividen paling besar. Per November 2025, Danantara menguasai sekitar 53,18% saham BBRI atau 80,61 miliar lembar saham dan 52% saham BMRI atau 48,53 miliar lembar saham. Total dividen interim yang akan mengalir ke Danantara dari kedua bank ini diperkirakan mencapai Rp15,89 triliun.
Selain Danantara, Indonesia Investment Authority (INA) juga menjadi salah satu penerima dividen signifikan dari Bank Mandiri. INA memegang sekitar 7,47 miliar saham BMRI sehingga berhak menerima dividen interim senilai Rp746,66 miliar.
Pembayaran dividen ini memberikan kesempatan tambahan likuiditas bagi para investor di awal tahun 2026. Hal ini juga memperlihatkan kinerja keuangan yang solid dari dua bank pelat merah tersebut, di tengah dinamika ekonomi nasional yang masih menghadapi tantangan.
Dengan jadwal yang berdekatan tersebut, investor dapat mengantisipasi penghasilan tambahan yang masuk secara simultan ke rekening saham mereka. Investasi di saham BBRI dan BMRI tetap menarik mengingat distribusi dividen yang konsisten dan dukungan fundamental perbankan nasional.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com




