Peran PNM dalam Memperkuat Ekonomi Keluarga Prasejahtera lewat Akses dan Pendampingan

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memainkan peran penting dalam mendukung penguatan ekonomi keluarga prasejahtera di Indonesia. PNM tidak hanya menyediakan akses pembiayaan bagi kelompok ultra mikro, tetapi juga memberikan pendampingan yang menyeluruh untuk meningkatkan literasi usaha, keuangan, dan digital.

Program unggulan PNM, Mekaar, telah melayani lebih dari 22,7 juta ibu prasejahtera yang tersebar di 6.165 kecamatan. Pendekatan terpadu ini penting karena banyak ibu prasejahtera menghadapi keterbatasan akses modal dan pengetahuan yang memadai untuk mengembangkan usahanya.

Akses Pembiayaan yang Terjangkau dan Inklusif

Pembiayaan ultra mikro yang ditawarkan PNM menjangkau kalangan masyarakat yang selama ini sulit dijangkau oleh lembaga keuangan formal. Akses ini memberi peluang bagi ibu-ibu prasejahtera untuk mulai dan mengembangkan usaha kecil mereka. Dengan modal yang tepat dan pembinaan yang memadai, mereka dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga.

Adanya lebih dari 22 juta nasabah perempuan ini menjadikan program Mekaar sebagai salah satu upaya terbesar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. PNM memastikan bahwa pembiayaan dapat dimanfaatkan secara optimal dengan pembinaan berkelanjutan.

Pendampingan Berkelanjutan untuk Kemandirian Usaha

Pendampingan yang diberikan berupa pelatihan literasi keuangan, digital, dan manajemen usaha. Hal ini memungkinkan nasabah untuk mengelola keuangan secara bijak, memasarkan produk lebih efektif, dan memanfaatkan teknologi digital. Pendampingan ini menjadi kunci agar usaha tetap bertahan dan tumbuh dalam jangka panjang.

Menurut riset BRI Research Institute (2024), sekitar 90 persen nasabah PNM merasakan peningkatan kemandirian finansial setelah mengikuti program. Data dari INDEF (2022) menunjukkan bahwa 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan setelah bergabung dalam program PNM.

Membangun Ketahanan Ekonomi Keluarga

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan berkontribusi langsung dalam menguatkan ekonomi keluarga. Ibu-ibu prasejahtera memiliki motivasi tinggi, namun sering dibatasi oleh kurangnya akses dan pendampingan. PNM hadir untuk mengisi gap tersebut secara komprehensif.

Dodot menambahkan bahwa melalui pendampingan yang berkelanjutan, nasabah dapat naik kelas, mengembangkan usahanya, dan menciptakan ekonomi keluarga yang lebih stabil dan mandiri. Hal ini membantu menekan angka kemiskinan dan memperbaiki kesejahteraan sosial.

Peran Strategis PNM di Tingkat Komunitas

PNM juga fokus memperluas layanan di tingkat kecamatan dan komunitas, memastikan bahwa pemberdayaan ekonomi benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Dengan model inklusif ini, PNM mendukung terbentuknya jaringan ekonomi yang kuat di akar rumput.

Secara nasional, meski tingkat kemiskinan turun menjadi 8,47 persen pada Maret 2025, tantangan di lapangan masih nyata. Peran lembaga seperti PNM sangat penting untuk menjawab kebutuhan akses pembiayaan dan pendampingan, terutama bagi perempuan prasejahtera yang membawa dampak besar pada pembangunan ekonomi keluarga.

Dukungan yang menyeluruh dari PNM memperlihatkan efektivitas kombinasi antara akses modal dan pendampingan dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Strategi ini menjadi contoh penting bagi program-program pengentasan kemiskinan di masa depan.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Exit mobile version