ESDM Pastikan Stok BBM di SPBU Swasta Sudah Normal Jelang Ramadan dan Lebaran

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta telah mulai pulih sejak awal tahun 2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, mengungkapkan SPBU swasta telah melakukan impor bensin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Laode meminta masyarakat tetap bersabar karena distribusi BBM masih berlangsung di beberapa wilayah. Ia menargetkan stok BBM di seluruh SPBU swasta akan kembali normal terutama menjelang Ramadan dan Lebaran agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat di momen penting tersebut.

Status Impor BBM dan Solar untuk SPBU Swasta

Sejak awal 2026, SPBU swasta sudah mulai mengimpor bensin untuk memastikan ketersediaannya. Namun berbeda dengan bensin, impor solar untuk SPBU swasta akan dihentikan mulai Maret 2026. Laode menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memperpanjang izin impor solar bagi SPBU swasta setelah itu.

Sebagai gantinya, seluruh kebutuhan solar untuk SPBU swasta akan dipenuhi melalui produksi kilang domestik, khususnya Kilang Balikpapan yang telah selesai direvitalisasi lewat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Kilang ini mampu meningkatkan kapasitas produksi solar secara signifikan sehingga dapat menyerap permintaan dalam negeri.

Dampak Revitalisasi Kilang Balikpapan terhadap Kemandirian Energi

Kilang Balikpapan yang telah diperbarui mampu mengolah hingga 360 ribu barel per hari. Kapasitas ini meningkat dari kondisi sebelumnya yang hanya 260 ribu barel per hari, setara dengan sekitar seperempat kebutuhan BBM nasional.

Kementerian ESDM optimistis RDMP Balikpapan akan memperkuat ketahanan energi Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan impor BBM, revitalisasi kilang ini diperkirakan bisa menghemat pengeluaran impor hingga Rp68 triliun tiap tahun. Selain aspek ekonomi, proyek ini juga memberi kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni mencapai Rp514 triliun.

Langkah Pemerintah Mengurangi Impor dan Mendorong Kemandirian BBM

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa Indonesia akan menghentikan impor solar untuk SPBU swasta pada tahun 2026. Jika masih ada pasokan yang datang pada Januari atau Februari, itu merupakan sisa impor dari tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Bahlil juga mewacanakan penghentian impor bensin dengan berbagai tingkat oktan (RON 92, RON 95, dan RON 98) pada tahun 2027. Hal ini mendukung visi kemandirian energi nasional yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin mengoptimalkan produksi dalam negeri dari kilang-kilang yang telah didorong untuk beroperasi maksimal.

Imbauan bagi Pengelola SPBU Swasta

Laode Sulaeman mengingatkan pengelola SPBU swasta agar segera melakukan negosiasi dengan Pertamina terkait pasokan solar. Dengan aturan baru, SPBU swasta harus menggunakan solar yang berasal dari produksi kilang dalam negeri.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengendalikan distribusi dan memastikan stok BBM tetap terjaga pada saat-saat yang penuh permintaan seperti Ramadan dan Lebaran. Pemerintah juga berharap hal ini akan mendorong efisiensi dan stabilitas harga BBM di tanah air.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan strategis untuk memperbaiki dan menjaga ketersediaan BBM di SPBU swasta. Proses distribusi yang tengah berjalan dan pembangunan kilang dalam negeri menjadi kunci utama dalam menghadapi kebutuhan energi nasional di tahun 2026 dan seterusnya.

Berita Terkait

Back to top button