PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatat adanya transaksi pembelian saham sebanyak 155.000 lembar pada awal Januari 2026. Transaksi ini terjadi melalui skema repurchase agreement (repo) dengan harga Rp4.800 per saham.
Pembelian saham tersebut dilakukan oleh Timothy Utama, Direktur Operasional Bank Mandiri. Laporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang disampaikan pada 15 Januari 2026 menyebutkan bahwa transaksi ini bertujuan untuk investasi, bukan untuk mengendalikan perusahaan.
Peningkatan Kepemilikan Saham oleh Direksi
Setelah transaksi itu, kepemilikan saham Timothy Utama bertambah dari 10.334.300 menjadi 10.489.300 saham. Secara proporsi, hak suaranya naik dari 0,0111 persen menjadi 0,0112 persen. Karena Timothy bukan pemegang saham pengendali, aksi ini tidak mengubah struktur pengendalian Bank Mandiri.
Pergerakan Saham BMRI di Pasar
Pada 15 Januari 2026, saham BMRI mengalami penguatan signifikan. Harga penutupan saham meningkat 3,10 persen menjadi Rp4.990 per saham. Dalam perdagangan hari itu, saham BMRI dibuka pada harga Rp4.840 dan sempat mencapai Rp5.075 pada puncak sesi.
Harga akhir perdagangan berada di atas harga transaksi repo sebesar Rp4.800 per saham. Lonjakan harga ini menandai optimisme pasar terhadap kinerja Bank Mandiri di awal tahun.
Profil Keuangan dan Kapitalisasi Pasar BMRI
Bank Mandiri saat ini memiliki kapitalisasi pasar mencapai Rp444,10 triliun. Rasio price to earnings (P/E) dihitung sekitar 9,04 kali, menunjukkan valuasi wajar dibandingkan laba yang dihasilkan. Dividend yield tercatat di angka 4,34 persen dengan pembagian dividen kuartalan sebesar Rp54,14 per saham.
Dalam 12 bulan terakhir, harga saham Bank Mandiri bergerak antara Rp4.010 sampai Rp6.300 per saham. Rentang ini mencerminkan volatilitas pasar yang masih terkendali.
Data Penting Transaksi Kepemilikan Saham Bank Mandiri Januari 2026
- Jumlah saham dibeli: 155.000 lembar
- Harga beli per saham: Rp4.800
- Nama pembeli: Timothy Utama, Direktur Operasional BMRI
- Porsi kepemilikan awal: 10.334.300 saham (0,0111%)
- Porsi kepemilikan setelah transaksi: 10.489.300 saham (0,0112%)
- Tanggal transaksi: 9 Januari 2026
- Pelaporan ke OJK: 15 Januari 2026
Transaksi repo ini menegaskan bahwa anggota direksi Bank Mandiri tetap optimis terhadap potensi saham perusahaan di pasar modal. Namun, sebagai bukan pemegang saham pengendali, perubahan kepemilikan ini tidak menciptakan perubahan signifikan dalam pengelolaan manajemen bank.
Penguatan harga saham BMRI yang terjadi kemudian mendukung sentimen positif investor di awal tahun. Hal ini menjadi sinyal bahwa Bank Mandiri masih menjadi pilihan utama investor untuk sektor perbankan yang stabil dan menguntungkan.
Untuk investor maupun analis pasar modal, pergerakan saham serta aktivitas pembelian oleh orang dalam perusahaan menjadi indikator penting dalam mengevaluasi prospek investasi. Transaksi seperti yang dilakukan Timothy Utama dapat menjadi indikator kepercayaan terhadap arah kinerja bank di masa yang akan datang.
Pembeli saham dari kalangan pejabat internal perusahaan sering dianggap memiliki informasi lebih mengenai kondisi fundamental bank, sehingga langkah tersebut mencerminkan sinyal positif bagi pasar saham Bank Mandiri menjelang tahun 2026.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com




