Prabowo Siap Sampaikan Pidato Penting di World Economic Forum Davos, Simak Selengkapnya

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan memberikan pidato utama dalam ajang World Economic Forum (WEF) yang akan diselenggarakan di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026. Pidato ini akan berlangsung pada pukul 14.00-14.30 waktu setempat dan akan menjadi bagian dari forum internasional yang dihadiri oleh sekitar 61 kepala negara serta lebih dari 1.000 peserta.

Menurut pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Prabowo akan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum, Børge Brende. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga dijadwalkan melakukan dialog strategis dengan para CEO perusahaan besar dunia, yang membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional.

Agenda Prabowo Sebelum Davos

Sebelum menghadiri WEF di Davos, Presiden Prabowo akan berkunjung ke London. Di sana, ia akan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, untuk membahas kerja sama strategis di bidang ekonomi dan maritim. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung global serta meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara.

Selain itu, Prabowo juga akan bertemu Raja Charles III dalam pembahasan yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan dan konservasi satwa langka, seperti gajah. Pertemuan ini sejalan dengan isu global yang tengah menjadi perhatian di kalangan pemimpin dunia dan filantropi.

Profil dan Fungsi World Economic Forum

World Economic Forum adalah pertemuan ekonomi global tahunan yang diselenggarakan sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini mempertemukan para pemimpin politik, bisnis, akademisi, dan pakar dari berbagai negara untuk membicarakan tantangan ekonomi saat ini dan proyeksi masa depan. WEF merupakan organisasi nirlaba dan think tank dengan kantor pusat di Cologny, Jenewa, Swiss.

Pada tahun ini, forum juga menampilkan pidato istimewa dari sejumlah pemimpin dunia lain, seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, serta Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan pentingnya WEF sebagai wadah diskusi dan diplomasi ekonomi global.

Dampak dan Harapan dari Pidato Prabowo

Pidato Prabowo di Davos dipandang sebagai peluang strategis untuk mempromosikan visi ekonomi Indonesia serta memperkuat hubungan internasional. Melalui dialog dengan pemimpin bisnis dan negara lain, diharapkan dapat terwujud kerja sama yang berdampak pada percepatan pembangunan serta pengembangan sektor kelautan dan konservasi lingkungan di Indonesia.

Partisipasi aktif dalam forum global seperti WEF juga menandai posisi Indonesia sebagai pemain penting di kancah perekonomian dunia. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk terus memperluas jejaring diplomasi dan ekonomi guna mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dengan agenda yang padat sebelum dan selama WEF, Presiden Prabowo menunjukkan peran aktifnya dalam membangun hubungan internasional yang konstruktif. Langkah tersebut penting untuk menjaga momentum kemajuan Indonesia di tengah dinamika tantangan global ekonomi dan lingkungan.

Berita Terkait

Back to top button