Bank Besar AS Mulai Borong Bitcoin Saat Investor Ritel Justru Jualan Panic Sale

Bank-bank besar di Amerika Serikat secara aktif menambah kepemilikan Bitcoin di tengah gejolak pasar kripto. Sementara itu, investor ritel justru panik dan menjual aset kripto mereka secara besar-besaran. Fenomena ini disorot oleh Changpeng Zhao, pendiri Binance, yang menilai bank-bank besar memanfaatkan momen ketakutan investor ritel untuk meningkatkan eksposur mereka terhadap Bitcoin.

Data menunjukkan Wells Fargo meningkatkan kepemilikan Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin hingga US$383 juta, lebih dari dua kali lipat dari kuartal sebelumnya. Kepemilikan ini berasal dari iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, yang memungkinkan institusi memperoleh paparan harga Bitcoin tanpa harus langsung memegang aset digital tersebut.

Investor Institusional Memanfaatkan Koreksi Harga

Bitcoin mengalami koreksi harga signifikan dari puncak US$126.000 pada Oktober 2025 menjadi sekitar US$90.000 pada akhir tahun. Tekanan pasar ini menyebabkan indeks Crypto Fear and Greed jatuh ke nilai 10 pada November 2025, menandakan ketakutan ekstrem di kalangan investor retail. Sebaliknya, kalangan institusi justru membeli lebih banyak aset digital tersebut sebagai strategi investasi jangka panjang.

Beberapa institusi besar yang menambah kepemilikan Bitcoin termasuk perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, yang membeli 1.229 keping Bitcoin senilai US$108,8 juta pada akhir Desember 2025. Selain itu, Harvard University juga melaporkan peningkatan kepemilikan Bitcoin dengan total investasi sekitar US$443 juta pada saat pasar sedang turun. Pendekatan institusional ini didasarkan pada horizon investasi panjang dan penghindaran risiko leverage berlebihan.

Kerugian Signifikan bagi Investor Ritel

Investor ritel menunjukkan pendekatan yang lebih berisiko dengan mengandalkan dana pinjaman. Akibat gejolak pasar pada November 2025, sekitar 396.000 akun ritel mengalami likuidasi dengan total kerugian mendekati US$2 miliar. Situasi ini mencerminkan perbedaan fundamental antara perilaku investor institusi dan ritel dalam menghadapi volatilitas pasar kripto.

Permintaan ETF Bitcoin Tetap Kuat

Meski pasar dipenuhi ketakutan, permintaan terhadap ETF Bitcoin dari kalangan institusi tetap solid. Pada Desember 2025, ETF spot Bitcoin milik BlackRock mencatat arus masuk bersih lebih dari US$25 miliar dalam setahun. Namun, secara keseluruhan, di bulan yang sama, pasar ETF Bitcoin juga mencatat arus keluar sekitar US$1 miliar. Proyeksi analis menunjukkan nilai aset ETF Bitcoin global akan tumbuh pesat menjadi US$180 miliar hingga US$220 miliar pada 2026.

Partisipasi Aktif Lembaga Keuangan Besar

Bank-bank besar seperti Bank of America (BoA) dan perusahaan pengelola dana seperti Vanguard juga diperkirakan terus meningkatkan eksposur mereka terhadap Bitcoin. Kehadiran institusi-institusi ini semakin memperkuat tren adopsi Bitcoin sebagai bagian dari portofolio investasi institusional yang mapan.

Tren pergerakan ini menggambarkan bahwa, di tengah ketidakpastian pasar kripto, pemain besar secara strategis memanfaatkan penurunan harga untuk mengakumulasi aset. Sikap hati-hati namun agresif dari para institusi ini menjadi salah satu faktor kunci dalam dinamika pasar Bitcoin pada awal tahun 2026.

Berita Terkait

Back to top button