Michael Saylor melalui perusahaannya, Strategy, kembali melakukan aksi akumulasi besar-besaran Bitcoin dengan memborong tambahan 22.305 koin. Transaksi tersebut tercatat senilai US$2,13 miliar atau sekitar Rp 36,05 triliun berdasarkan kurs Rp 16.930 per dolar AS, dengan harga rata-rata pembelian sekitar US$95.284 per Bitcoin.
Dengan penambahan ini, total cadangan Bitcoin yang dimiliki Strategy mencapai 709.715 keping. Angka ini menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia, menguasai sekitar 3,37 persen dari total pasokan maksimal Bitcoin yang berjumlah 21 juta koin.
Strategi Penguatan Cadangan Bitcoin
Sepanjang bulan Januari 2026, Strategy melakukan pembelian Bitcoin secara intensif. Pada tanggal 5 Januari, perusahaan mengoleksi 1.283 koin senilai US$116 juta. Kemudian, pada 12 Januari 2026, mereka membeli lagi 13.627 Bitcoin dengan nilai hampir US$1,3 miliar. Total selama Januari, Strategy telah mengakumulasi 37.215 Bitcoin.
Pergerakan agresif ini berbeda dengan sikap perusahaan sepanjang tahun 2025 yang cenderung moderat dalam pembelian Bitcoin. Namun di awal 2026, perusahaan menunjukkan kecepatan dan keyakinan yang kuat terhadap prospek aset digital ini.
Dampak Terhadap Pasar dan Performa Saham
Pasca pengumuman pembelian besar ini, harga Bitcoin sempat menembus level tertinggi di atas US$97.000. Lonjakan harga ini juga diikuti oleh saham Strategy dengan kode MSTR yang melonjak hingga menembus level US$185 pada 21 Januari 2026.
Saham Strategy mendapat dorongan tambahan dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memilih mempertahankan perusahaan dengan strategi treasury digital dalam indeks pasar mereka. Hal ini memberikan sinyal positif terhadap keberlanjutan model bisnis perusahaan yang fokus pada aset kripto.
Menilai Masa Depan Perusahaan Digital Asset Treasury (DAT)
Di tengah sentimen positif, pasar juga mulai melakukan evaluasi ulang terhadap perusahaan-perusahaan yang mengelola aset digital sebagai cadangan treasury. Setelah reli besar yang terjadi di musim panas 2025, investor kini lebih selektif dalam menilai kekuatan fundamental dan manajemen risiko perusahaan digital asset treasury.
James Butterfill, Kepala Riset CoinShares, menyoroti pentingnya pengelolaan treasury yang disiplin dan model bisnis yang kredibel sebagai kunci kelangsungan bisnis DAT di masa depan. Ia menekankan kebutuhan ekspektasi yang realistis terkait peran aset digital dalam neraca keuangan perusahaan.
Keyakinan Jangka Panjang Strategy
Aksi akumulasi Bitcoin yang konsisten oleh Strategy menegaskan komitmen perusahaan pada prospek jangka panjang Bitcoin. Dengan total investasi sekitar US$53,92 miliar, mereka mempertahankan sikap optimis terhadap potensi pertumbuhan nilai aset ini.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Strategy sebagai pemain dominan dalam lanskap investasi Bitcoin global dan menunjukkan bahwa perusahaan memandang Bitcoin bukan sekadar aset spekulasi, melainkan bagian inti dari pengelolaan keuangan dan strategi bisnis mereka.





