Jamie Dimon Tegaskan Bahaya Rencana Trump Batasi Bunga Kartu Kredit bagi Ekonomi Nasional

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen selama satu tahun. Rencana ini semula dijadwalkan mulai berlaku pada 20 Januari 2026, namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai mekanisme dan dasar hukumnya.

Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, memberikan peringatan keras terkait kebijakan ini. Dimon menyebut pembatasan bunga kartu kredit sebesar 10 persen dapat menimbulkan “bencana ekonomi” yang serius bagi AS.

Dampak Terhadap Akses Kredit Masyarakat

Dimon menjelaskan bahwa batasan bunga tersebut akan memangkas akses kredit bagi sekitar 80 persen warga Amerika. Kartu kredit selama ini berperan sebagai cadangan keuangan utama bagi banyak rumah tangga. Jika pembatasan diterapkan, jutaan keluarga diperkirakan akan kesulitan memperoleh pembiayaan.

CEO bank terbesar di dunia tersebut juga menyoroti efek buruk kebijakan terhadap sektor riil. Menurutnya, bukan perusahaan kartu kredit yang paling dirugikan, melainkan sektor usaha kecil seperti restoran, ritel, perjalanan, serta pemerintah daerah.

Kritik Terhadap Pendukung Kebijakan

Dimon bahkan menyindir para politisi pendukung rencana ini, seperti Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren. Ia menyarankan agar kebijakan tersebut diuji coba terlebih dahulu di negara bagian mereka, seperti Vermont dan Massachusetts, sebelum diterapkan secara nasional.

Asosiasi Perbankan AS turut mengampanyekan kekhawatiran serupa. Mereka menilai pembatasan suku bunga akan menyulitkan masyarakat mendapatkan pembiayaan dan berdampak negatif pada jutaan keluarga serta pelaku usaha kecil di seluruh negeri.

Reaksi Pasar dan Konteks Suku Bunga Saat Ini

Saat ini, rata-rata suku bunga kartu kredit di AS berada di sekitar 20 persen. Wacana pembatasan 10 persen pertama kali disampaikan Trump saat kampanye Pilpres 2024 dan kembali ditegaskan lewat unggahan media sosial pada 13 Januari 2026. Pengumuman tersebut sempat mengguncang pasar keuangan.

Saham perusahaan kartu kredit besar seperti American Express, Visa, Mastercard, serta Barclays di Inggris, mengalami penurunan signifikan setelah kabar rencana pembatasan beredar. Hal ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dampak kebijakan tersebut pada industri keuangan.

Secara keseluruhan, pembatasan suku bunga kartu kredit yang diusulkan Trump mendapat kecaman dari kalangan industri keuangan dan pelaku bisnis. Para ahli menilai kebijakan itu berpotensi mengganggu akses pembiayaan masyarakat dan menimbulkan tekanan besar pada sektor ekonomi riil Amerika Serikat.

Exit mobile version