Kronologi dan Fakta Warga Minneapolis Meninggal Setelah Tindakan Agen Federal

Seorang warga Minneapolis, Amerika Serikat, bernama Alex Pretti tewas ditembak oleh agen patroli perbatasan di tengah aksi protes pada Sabtu, 24 Januari 2026. Insiden ini menjadi yang kedua dalam bulan tersebut setelah sebelumnya seorang warga sipil lain juga meninggal di tangan agen federal.

Ketegangan di Minneapolis semakin meningkat sejak 6 Januari ketika pemerintah mengerahkan 2.000 agen federal untuk operasi deportasi imigran. Penembakan fatal pertama yang menimpa Renee Nicole Good pada 8 Januari memperburuk suasana.

Video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan saat agen federal mengepung dan menjatuhkan Pretti di Nicollet Avenue. Terlihat pula seorang agen memukul korban sebelum terdengar suara tembakan yang mengakibatkan Pretti tewas tersungkur.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan Pretti membawa pistol semi-otomatis 9mm saat mendekati petugas. Upaya petugas untuk melucuti senjata tersebut menemui perlawanan sehingga seorang agen melancarkan tembakan guna melindungi diri dan koleganya.

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa Pretti memiliki izin resmi untuk memiliki senjata api dan tidak memiliki catatan kriminal serius, hanya pelanggaran parkir. Keterangan ini penting untuk menilai latar belakang korban.

Presiden Donald Trump membela tindakan agen federal melalui media sosial. Ia memposting foto senjata yang diklaim milik Pretti serta mempertanyakan peran dan kapasitas polisi lokal dalam situasi tersebut. Trump juga menuduh pejabat lokal menutup-nutupi fakta dan menyerukan agar para agen federal dilindungi.

Gubernur Minnesota Tim Walz mengecam operasi tersebut dan meminta penyelidikan dilakukan oleh pihak negara bagian. Walikota Minneapolis Jacob Frey menyatakan operasi ini bukan upaya menjaga keamanan, melainkan invasi agen bersenjata yang merasa kebal hukum.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait insiden ini:

1. Alex Pretti, 37 tahun, seorang perawat, meninggal akibat tembakan agen federal.
2. Konflik terjadi di tengah protes menentang operasi besar ICE di Minneapolis.
3. DHS menyatakan Pretti membawa senjata dan melawan saat petugas mencoba melucutinya.
4. Penembakan ini memicu protes dan bentrokan antara warga dan aparat keamanan.
5. Pemerintah daerah menolak kehadiran agen federal dan menuntut penarikan mereka.
6. Presiden Trump mendukung tindakan agen dan menyalahkan aparat lokal.

Situasi di Minneapolis tetap rawan dengan pengamanan ketat dan berbagai pihak menunggu hasil penyelidikan yang transparan. Kasus ini menggambarkan ketegangan yang kerap muncul antara aparat federal dan masyarakat lokal terkait operasi imigrasi di Amerika Serikat.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button