Pemerintah Indonesia bakal memulai groundbreaking enam peternakan ayam pada awal Februari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari program pengembangan 12 titik sentra ayam terintegrasi yang disebar secara nasional.
Menurut CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, semua persiapan sudah tuntas dan pelaksanaan groundbreaking akan dilakukan secara serentak. Enam peternakan ini akan berada di empat lokasi berbeda yang belum diungkap secara rinci oleh pihak terkait.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk pemerataan produksi daging ayam dan telur di luar Pulau Jawa. Saat ini, Pulau Jawa masih mendominasi produksi nasional dengan sekitar 63 persen.
Produksi telur nasional saat ini mencapai 6,2 juta ton per tahun, sementara daging ayam memproduksi sekitar 3,8 juta ton. Meskipun cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, distribusi yang tidak merata menyebabkan disparitas harga di berbagai daerah.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menargetkan pengembangan klaster ayam petelur dan ayam pedaging di beberapa provinsi, termasuk Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Jawa Timur.
Selain pembangunan peternakan, Kementan juga fokus pada penguatan hilirisasi. Rencana ini mencakup pembangunan 323 fasilitas industri ayam, seperti unit pembesaran, pemotongan, dan penyimpanan dingin. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp20 triliun untuk mendukung modernisasi sektor unggas.
Program ini sejalan dengan konsep “Setiap Pulau Mandiri Protein,” yang mendorong ketersediaan protein hewani dari sumber lokal di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, ketergantungan pasokan dari Pulau Jawa dapat dikurangi dan stabilitas harga bisa dijaga.
Pengembangan peternakan ayam secara terpadu ini juga diharapkan membantu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal dan mendukung kedaulatan pangan nasional. Pemerintah optimis bahwa investasi dalam sektor peternakan unggas akan memberikan dampak positif jangka panjang.
Kementerian Pertanian terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Groundbreaking enam peternakan ayam ini menjadi langkah awal konkret dalam mewujudkan kemandirian produksi pangan di Indonesia.





