Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, beserta dua pejabat tinggi OJK resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri ini terjadi menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari berturut-turut.
Selain Mahendra, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Inarno Djajadi juga mundur. Posisi Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) yang dijabat oleh IB Aditya Jayaantara turut dikosongkan karena pengunduran diri yang sama.
Mahendra menjelaskan bahwa keputusan mundur ini merupakan bentuk tanggung jawab moral atas kondisi pasar yang memburuk dan langkah pemulihan yang perlu dilakukan. Dia menegaskan pengunduran diri tersebut disampaikan sesuai mekanisme Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Meskipun para pejabat kunci mundur, Mahendra memastikan aktivitas OJK tetap berjalan normal tanpa gangguan fungsi pengawasan dan regulasi. Ia menyatakan tugas dan tanggung jawab mereka akan dijalankan sementara waktu oleh pejabat pengganti dan sesuai dengan tata kelola yang berlaku.
OJK juga menegaskan komitmennya menjaga stabilitas dan kepercayaan di sektor jasa keuangan melalui prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini penting untuk menjaga kesinambungan layanan kepada publik dan industri.
Pengunduran Diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Sebelum pengunduran diri para pejabat OJK, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman telah lebih dulu mundur. Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas ambruknya IHSG selama dua hari berturut-turut.
Iman mengatakan kondisi pasar saat ini mulai membaik, namun aksi jual besar-besaran yang sempat terjadi dipicu oleh penangguhan rebalancing saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI. Pengunduran diri Iman diharapkan menjadi langkah terbaik untuk mendukung pemulihan pasar modal ke depan.
Tugas dan tanggung jawab Dirut BEI kini diserahkan kepada pelaksana tugas sementara sampai pengganti definitif ditemukan. Iman Rachman memiliki pengalaman panjang di pasar modal, mulai dari manajer di Danareksa Sekuritas hingga Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas.
Karirnya juga meliputi posisi penting di sejumlah BUMN, seperti Direktur Keuangan di PT Pelabuhan Indonesia II dan III, serta Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi Dirut BEI adalah Direktur Strategi dan Pengembangan Usaha di PT Pertamina.
Peristiwa mundurnya pejabat kunci OJK dan BEI ini menjadi respons atas tekanan pasar yang belum stabil. Langkah itu dinilai sebagai komitmen untuk memperbaiki kondisi pasar modal dan sektor keuangan nasional secara menyeluruh. Pemerintah dan pelaku industri diharapkan mempercepat upaya pemulihan dan menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi ke depan.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com




