Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026. Stok pangan strategis utama diperkirakan surplus dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir Maret 2026.
Menurut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, produk lokal menjadi penopang utama ketersediaan pangan. Proyeksi neraca pangan menunjukkan komoditas seperti beras, jagung, kedelai, dan protein hewani siap memenuhi konsumsi selama bulan suci dan hari raya.
Surplus Komoditas Pangan Strategis
Pemerintah mencatat stok beras mencapai 20,38 juta ton, jauh melebihi konsumsi yang diperkirakan 5,12 juta ton. Hal ini menghasilkan surplus beras sekitar 15,26 juta ton yang menjamin pasokan cukup selama Ramadan dan Idulfitri.
Komoditas jagung juga melimpah dengan ketersediaan 7,70 juta ton, sementara kebutuhan hanya 3,04 juta ton. Surplus yang besar ini mencapai 4,66 juta ton. Kedelai turut mencatatkan surplus sekitar 176 ribu ton dengan stok 629 ribu ton dan kebutuhan 454 ribu ton.
Dalam sektor protein hewani, daging sapi dan kerbau tersedia 172 ribu ton. Kebutuhan konsumsinya hanya 132,4 ribu ton sehingga terdapat surplus sebesar 39 ribu ton. Daging ayam juga berlimpah dengan stok 1,19 juta ton dan surplus 520 ribu ton atas konsumsi 670,6 ribu ton.
Telur ayam tersedia dalam jumlah 1,38 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan 1,08 juta ton, menghasilkan kelebihan sekitar 301 ribu ton.
Ketersediaan Komoditas Lainnya
Minyak goreng menunjukkan kondisi surplus sangat kuat dengan stok mencapai 4,47 juta ton. Kebutuhan konsumsi diperkirakan hanya sekitar 915 ribu ton sehingga surplus mencapai 3,56 juta ton.
Gula konsumsi juga berada dalam posisi aman dengan stok 1,45 juta ton dan kebutuhan 473 ribu ton. Surplus gula pendukung musim Ramadan tercatat 986 ribu ton.
Untuk komoditas hortikultura, cabai besar dan cabai rawit masing-masing memiliki surplus besar yakni 244 ribu ton dan 308 ribu ton. Bawang merah dan bawang putih juga mencatat ketersediaan melimpah dengan surplus masing-masing 154 ribu ton dan 124 ribu ton.
Pengawasan Ketat Distribusi dan Harga Pangan
Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Saber Pangan). Satgas ini melakukan pengawasan di seluruh rantai pasok mulai dari produsen hingga pasar dan ritel modern.
Tujuan pengawasan ini adalah mencegah praktik penimbunan, distribusi tidak wajar, pelanggaran harga di atas ketentuan, dan peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga pangan.
Melalui koordinasi antarlembaga dan peran satgas, pemerintah semakin memperkuat ketahanan pangan nasional. Masyarakat dapat tetap memperoleh pangan dengan kualitas dan harga yang terjangkau selama Ramadan dan perayaan Idulfitri.
Ketersediaan bahan pangan yang melimpah dan langkah pengawasan ketat memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional menjelang momentum penting keagamaan.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




