Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tanda penguatan usai sempat terguncang keras akhir Januari. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 199,87 poin atau 2,52 persen ke posisi 8.122,60 pada penutupan perdagangan Selasa, 3 Februari 2026.
Penguatan IHSG ini juga tercermin pada indeks LQ45 yang naik 2,17 persen ke level 823,72, menandakan respons positif pelaku pasar yang cukup signifikan.
Transparansi Otoritas Pasar dan Sentimen MSCI
Menurut Muhammad Wafi, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), faktor utama lonjakan IHSG adalah transparansi dari regulator pasar modal Indonesia terkait isu pemeringkatan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menjelaskan bahwa keterbukaan ini memperbaiki sentimen investor yang sebelumnya sempat cemas.
Selain itu, secara teknikal, IHSG sebelumnya mengalami kondisi oversold, sehingga rebound saat ini juga didukung oleh aksi beli yang terjadi pada saham-saham yang sudah tertekan cukup dalam.
Pergerakan Investor Asing dan Domestik
Wafi mengungkap, investor asing cenderung bersikap wait and see menanti pengumuman resmi lanjutan dari MSCI. Sebaliknya, pelaku pasar domestik mengambil peluang dengan melakukan bargain hunting, terutama menjelang musim laporan keuangan full year 2025 yang akan segera dirilis.
Kondisi ini mencerminkan perbedaan sikap yang memengaruhi dinamika pasar saham dalam jangka pendek.
Pengaruh Komoditas dan Sektor Saham
Dari sisi komoditas, harga emas dan perak kembali rebound setelah dua hari mengalami aksi jual besar. Wafi menilai koreksi sebelumnya lebih sebagai penyesuaian posisi, bukan indikasi tren penurunan jangka panjang.
Secara sektoral, seluruh 11 sektor di IDX-IC menunjukkan penguatan. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan sebesar 6,52 persen, diikuti sektor properti yang naik 5,02 persen dan sektor transportasi & logistik naik 4,97 persen. Ini menunjukkan penguatan yang menyeluruh di berbagai sektor ekonomi.
Data Transaksi dan Saham Unggulan
Frekuensi perdagangan saham mencapai 3.273.812 kali transaksi dengan volume 61,09 miliar lembar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp29,35 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 654 saham mengalami kenaikan, 108 saham turun, dan 56 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat signifikan meliputi HUMI, LEAD, GTSI, BUMI, dan OASA. Sementara saham yang melemah terbesar adalah NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.
Pengaruh Kinerja Bursa Saham Asia
Sentimen positif juga mengalir dari bursa saham regional Asia yang ditutup menguat pada hari yang sama. Indeks Nikkei naik 3,92 persen, Shanghai menguat 1,29 persen, Hang Seng bertambah 0,22 persen, dan Strait Times melonjak 1,06 persen. Kondisi pasar regional yang cerah turut memperkuat optimisme investor domestik.
Momentum penguatan IHSG ini menegaskan adanya sentimen positif yang tumbuh setelah kekhawatiran mengenai MSCI mulai terkelola dengan baik. Investor masih mencermati perkembangan selanjutnya, terutama dari pengumuman resmi dan data fundamental perusahaan menjelang laporan keuangan tahunan.





