Juda Agung Resmi Wamenkeu, Ungkap Alasan Ingin Mundur dari Bank Indonesia

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada Kamis, 5 Februari 2026, di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatan ini menjadi fase baru bagi Juda setelah pengunduran dirinya dari posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) per tanggal 13 Januari 2026.

Juda Agung menjelaskan bahwa pengunduran diri dari BI bukan keputusan mendadak melainkan hasil perencanaan matang. Ia menegaskan pengunduran diri bertujuan agar dapat menjalankan tugas baru sebagai Wamenkeu secara penuh tanpa benturan kepentingan. "Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai wakil menteri keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai deputi gubernur Bank Indonesia," ujar Juda saat ditemui di Istana Negara.

Langkah Logis dari Bank Indonesia ke Kementerian Keuangan

Juda menegaskan bahwa transisi ini adalah langkah logis. Perpindahan dari otoritas moneter ke fiskal menjadi tantangan sekaligus peluang untuk berkontribusi lebih luas dalam kebijakan ekonomi nasional. Ia mengungkapkan, “Ketika saya menjadi deputi gubernur Bank Indonesia, saya kemudian ditugaskan untuk menjadi wakil menteri keuangan. Sehingga ketika itu saya harus mengundurkan diri dan sekarang sudah dilantik.”

Pengalaman dan Karier Juda Agung

Juda memulai kariernya sebagai peneliti ekonomi di Bank Indonesia. Ia kemudian naik ke posisi pemimpin Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, unit yang bertanggung jawab merumuskan arah kebijakan suku bunga, inflasi, dan stabilitas makroekonomi. Jabatan ini menunjukkan pengalamannya yang kuat dalam ekonomi makro dan kebijakan moneter. Dengan latar belakang tersebut, Juda dipercaya mampu mendukung pemerintah dalam mengelola kebijakan fiskal secara strategis dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Harapan dan Tantangan Sebagai Wakil Menteri Keuangan

Penempatan Juda di Kementerian Keuangan dipandang sebagai penguatan kapasitas dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik. Ia diharapkan dapat membantu merumuskan kebijakan fiskal yang adaptif, efisien, dan mendukung target pembangunan nasional. Dengan pengalaman panjang di BI, Juda membawa perspektif baru untuk sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang lebih harmonis.

Fokus Juda Setelah Pengunduran Diri

Setelah meninggalkan posisi di BI, Juda berkomitmen konsentrasi penuh pada tugasnya sebagai Wamenkeu. Hal ini penting mengingat kompleksitas peran yang membutuhkan perhatian intensif dalam pengelolaan anggaran negara serta koordinasi antar lembaga terkait. “Saya mengundurkan diri untuk fokus menjalankan tugas baru sebagai wakil menteri keuangan,” jelasnya.

Penunjukan Juda Agung sebagai Wamenkeu menghadirkan harapan baru dalam upaya konsolidasi kebijakan keuangan negara. Pengalamannya di BI yang solid diharapkan dapat memperkuat pengelolaan fiskal, meningkatkan transparansi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Publik kini menunggu langkah konkret yang akan diambil Juda dalam mendorong reformasi keuangan dan stabilitas makro Indonesia.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button