Berdikari Hadirkan Inovasi Baru untuk Memajukan Industri Peternakan Nasional secara Berkelanjutan

PT Berdikari tengah memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri peternakan nasional dengan peresmian Kandang dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler di Ngajum, Malang, Jawa Timur. Fasilitas baru ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan protein hewani nasional yang terus meningkat, khususnya permintaan daging ayam yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun namun produksinya masih sekitar 4 juta ton dan terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Direktur Utama PT Berdikari, Maryadi, menegaskan pembangunan fasilitas GPS seluas 5,6 hektare ini adalah komitmen nyata membantu pemerintah dalam pemerataan produksi ayam pedaging dan penguatan rantai nilai industri peternakan. Dengan kapasitas menampung 18.000 ekor GPS, fasilitas ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 900 ribu ekor Parent Stock (PS) dan 130 juta Final Stock (FS) ayam, yang bibitnya akan didistribusikan ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa.

Meningkatkan Produksi dan Kemandirian Protein Hewani

Pembangunan ini merupakan bagian dari program hilirisasi ayam terintegrasi yang diinisiasi oleh Danantara dan PT Berdikari sebagai upaya strategis mendukung ketahanan pangan nasional. Maryadi menyebut pentingnya memperluas produksi di luar Pulau Jawa agar pasokan daging ayam dapat lebih merata dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing produk peternakan Indonesia di tingkat global.

Selain memenuhi permintaan pasar, proyek ini juga diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian daerah dengan membuka lapangan pekerjaan dan menguatkan ekosistem peternakan lokal. Potensi produksi daging ayam karkas yang dihasilkan oleh fasilitas GPS ini diperkirakan mencapai 169 juta kilogram, mendukung program pemerintah seperti makan bergizi gratis.

Peran Serta Berbagai Pemangku Kepentingan

Peresmian fasilitas dilakukan oleh jajaran manajemen dan komisaris PT Berdikari, termasuk Direktur Utama Maryadi, Komisaris Utama Fernando T. Rorimpandey, serta dihadiri secara daring oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani. Hadir pula pejabat dari Kementerian Pertanian, seperti Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda, dan aparat daerah, misalnya Bupati Malang Sanusi, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana kemandirian protein nasional menjadi salah satu pilar ketahanan pangan yang vital. PT Berdikari sebagai bagian dari holding pangan ID FOOD siap berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah industri peternakan.

Data Kapasitas dan Dampak Fasilitas GPS di Ngajum, Malang

  1. Luas lahan: 5,6 hektare
  2. Kapasitas GPS: 18.000 ekor
  3. Produksi Parent Stock (PS) tahunan: 900.000 ekor
  4. Produksi Final Stock (FS) tahunan: 130 juta ekor
  5. Potensi produksi daging ayam karkas: 169 juta kilogram
  6. Target distribusi: Area di luar Pulau Jawa

Dengan fasilitas baru ini, PT Berdikari semakin menegaskan perannya sebagai pionir dalam industri peternakan Indonesia. Hilirisasi ayam terintegrasi bukan hanya memajukan bisnis perusahaan, tapi juga mewujudkan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan dan adil bagi seluruh wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button