Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk masa jabatan 2026-2031. Pelantikan berlangsung di Jakarta dan dipimpin Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto, yang langsung mengambil sumpah jabatannya. Dalam sumpah tersebut, Thomas berkomitmen menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab tanpa menerima atau memberikan imbalan kepada pihak mana pun.
Presiden Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada Thomas saat pelantikan. Presiden menekankan bahwa setiap pejabat negara harus mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, dan negara dalam menjalankan tugasnya. Pesan ini merupakan amanah penting yang harus diemban sebagai bentuk pengabdian kepada Tanah Air.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Presiden Prabowo selalu mengingatkan pejabat publik untuk bekerja dengan fokus pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Prasetyo menyebut bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan tindakan pemerintah. “Presiden selalu berpesan agar setiap pejabat bekerja untuk Merah Putih, untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Pemerintah memberikan apresiasi kepada Thomas atas dedikasinya selama menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pengalaman tersebut dianggap penting sebagai pondasi dalam menjalankan tanggung jawab baru di Bank Indonesia. Dalam tugas barunya, Thomas diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional yang sangat krusial di tengah dinamika global dan tantangan ekonomi domestik.
Tugas sebagai Deputi Gubernur BI bukan pekerjaan ringan, karena membutuhkan komitmen yang tinggi dan integritas untuk mengelola kebijakan moneter serta menjaga stabilitas sistem keuangan. Prasetyo menegaskan bahwa amanah ini harus diemban dengan penuh rasa cinta tanah air, tanpa memandang bidang tugas yang diemban. “Ini adalah amanah besar. Selamat bertugas, semoga selalu diberikan kelancaran dan kekuatan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Thomas Djiwandono juga mengikrarkan kesetiaan kepada negara dan Undang-Undang Dasar 1945. Ia menyatakan akan menjalankan amanah sebagai pejabat di Bank Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan siap menjaga independensi lembaga pengelola moneter tersebut. Pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga negara, serta perwakilan dari sektor jasa keuangan.
Penunjukan Thomas menjadi Deputi Gubernur BI dinilai strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional, seperti inflasi, fluktuasi nilai tukar, serta perkembangan sektor finansial yang kian dinamis. Kehadiran Thomas di struktur pimpinan BI diharapkan dapat memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dengan latar belakang yang kuat dan pengalaman di bidang keuangan negara, Thomas Djiwandono membawa harapan baru bagi stabilitas perekonomian Indonesia. Pemerintah dan BI menargetkan sinergi yang lebih baik dalam mengawal transformasi ekonomi nasional, termasuk penguatan sistem pembayaran digital dan inklusi keuangan yang kini menjadi prioritas.
Thomas juga ditegaskan tidak terlibat dalam isu-isu politik yang menjurus pada jabatan Gubernur BI di masa mendatang. Ia fokus pada tugas yang diamanahkan dan menjaga profesionalisme dalam menjalankan operasional Bank Indonesia. Pesan dari Presiden Prabowo serta sumpah jabatan yang diucapkan menjadi landasan kuat bagi Thomas untuk meniti karier di bank sentral dengan penuh tanggung jawab.
Pelantikan ini menandai tonggak penting dalam penguatan struktur pimpinan Bank Indonesia dan sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Thomas Djiwandono diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya dengan integritas tinggi demi kemajuan bangsa dan negara.





