PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menggagas kolaborasi strategis dengan kelurahan dan komunitas sekitar Integrated Terminal Jakarta. Program Kampung Safety ini bertujuan membangun ekosistem keselamatan kerja yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pertamina menyelenggarakan sertifikasi K3 Umum dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi para mitra binaan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Balai Besar K3 Jakarta, dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat mulai dari Kelompok Kampung Siaga Bencana hingga Kelurahan Tugu Selatan.
Pelatihan tersebut membekali peserta dengan keterampilan mitigasi dan evakuasi bencana alam serta penanganan risiko industri. Awareness training juga digelar di Kelurahan Rawa Badak Selatan dan Tugu Selatan demi meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bahaya di lingkungan mereka.
Sebanyak 20 peserta terpilih menjalani serangkaian pelatihan intensif hingga mendapatkan sertifikasi K3 yang diakui secara nasional. Keseluruhan proses ini didukung dan difasilitasi oleh mitra pelaksana Safety Buzz, sebagai bagian dari usaha meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang keselamatan.
Muhammad Hifdhi Nasrillah, Superintendent HSSE & Fleet Integrated Terminal Jakarta, menyatakan bahwa pengembangan budaya keselamatan tidak hanya menjadi tugas perusahaan, tapi juga harus melibatkan masyarakat luas. “Keselamatan kerja harus dimulai dari komunitas. Dengan meningkatkan kompetensi K3, tidak hanya mencegah kecelakaan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Dukungan datang dari pihak pemerintah kelurahan, seperti Lurah Tugu Selatan, Yuyun Yunarti, yang menilai program Kampung Safety sangat tepat sasaran. Menurutnya, kolaborasi ini membantu meningkatkan kapasitas warga terutama dalam membuka peluang kerja bagi pemuda setempat.
Salah satu peserta sertifikasi, Nadia Qonita, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti program tersebut. “Sertifikasi K3 ini sangat membantu kami memperoleh kompetensi yang kuat agar lebih siap bersaing di pasar kerja,” ujarnya.
Susanto August Satria, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja secara luas. Momentum Bulan K3 dimanfaatkan untuk memberikan manfaat nyata berupa kompetensi dan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Langkah ini menunjukkan bagaimana industri besar dapat memaksimalkan peran komunitas dan pemerintah lokal dalam menciptakan budaya keselamatan yang tidak hanya efektif, tetapi berdaya guna bagi pembangunan masyarakat. Kerja sama lintas sektor tersebut menjadi model bagi pengembangan program keselamatan berbasis masyarakat di masa depan.





