Pernak-pernik Imlek Laris Manis, Pedagang Raup Omzet Jutaan Rupiah Setiap Hari

Kawasan Glodok di Jakarta Barat semakin ramai menjelang Imlek 2026. Masyarakat etnis Tionghoa memadati area ini untuk berburu pernak-pernik khas Imlek.

Para pedagang di sana memanfaatkan momen ini dengan menjajakan berbagai hiasan bernuansa merah. Produk yang ditawarkan meliputi lampion, angpao, gantungan kunci, hingga ornamen shio Kuda Api.

Omzet Penjualan Pernak-pernik Imlek Mencapai Puluhan Juta

Untung, salah satu pedagang pernak-pernik di Glodok, mengungkapkan omzetnya bisa mencapai Rp 15 juta sampai Rp 18 juta per hari. Ia mulai berjualan sejak 12 Januari 2026 dan terus merasakan peningkatan penjualan.

Lonjakan kunjungan biasanya terjadi pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Waktu tersebut menjadi puncak ramai pembeli yang berburu berbagai hiasan Imlek.

Produk dan Harga yang Bervariasi Menarik Perhatian Pembeli

Kios-kios di Glodok menyediakan barang yang lengkap dan kualitasnya cukup baik. Pembeli seperti Meli menyatakan puas karena bisa mendapatkan pernak-pernik yang berkualitas dan lengkap di lokasi ini.

Harga pernak-pernik bervariasi mulai dari Rp 5.000 hingga jutaan rupiah. Harga tersebut disesuaikan dengan jenis dan ukuran produk yang dijual.

Kawasan Glodok Semakin Semarak Saat Imlek

Selain penambahan tenda pedagang sementara, kios-kios permanen juga tetap beroperasi. Hal ini menambah keramaian dan keberagaman pilihan bagi pengunjung.

Diperkirakan jumlah pembeli akan terus meningkat hingga tanggal 17 Februari 2026, hari perayaan Imlek. Para pedagang menyiapkan stok barang lebih banyak untuk mengantisipasi lonjakan pembelian.

Strategi Pedagang Memaksimalkan Penjualan

Berikut langkah yang biasa dilakukan pedagang pernak-pernik Imlek di Glodok:

  1. Menyediakan beragam pilihan produk yang lengkap.
  2. Mengutamakan kualitas barang supaya menarik minat pembeli.
  3. Membuka lapak sejak awal Januari untuk persiapan menyambut Imlek.
  4. Mengatur stok dan penataan barang agar mudah dijangkau pengunjung.
  5. Menyesuaikan harga sesuai jenis dan ukuran produk demi berbagai kategori pembeli.

Antusiasme masyarakat menjelang Imlek memberikan peluang besar bagi pelaku usaha kecil di Glodok. Penjualan pernak-pernik Imlek menjadi salah satu sumber penghasilan yang signifikan bagi pedagang musiman.

Dengan semakin ramai kawasan ini, Glodok terus bertransformasi menjadi pusat kuliner dan belanja khas Tionghoa yang diminati semua kalangan. Penjual pernak-pernik pun berperan penting dalam mempertahankan tradisi sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal selama musim Imlek.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button