Wendy’s Tutup Banyak Gerai di AS, Dampak Kesulitan Finansial Perusahaan Terungkap

Wendy’s menghadapi tantangan besar di pasar Amerika Serikat dengan keputusan menutup ratusan gerai akibat penurunan penjualan yang signifikan pada akhir tahun 2025. Penjualan di gerai yang beroperasi setidaknya satu tahun turun 10 persen pada kuartal keempat, jauh lebih buruk dari perkiraan analis yang memproyeksikan penurunan sebesar 8,5 persen.

Perusahaan berbasis di Dublin, Ohio ini mengumumkan rencana penutupan antara 298 hingga 358 restoran pada paruh pertama tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menyesuaikan fokus pada penawaran nilai harian untuk menarik kembali pelanggan yang terdampak inflasi dan pilihan promosi harga yang dianggap kurang efektif.

Penutupan Gerai Sebagai Tindakan Restrukturisasi

Sejak kuartal keempat 2025, Wendy’s sudah menutup 28 gerai yang berkinerja buruk dan mengakhiri tahun dengan jumlah total sekitar 5.969 lokasi di AS. Penutupan ini melanjutkan langkah serupa pada tahun 2024 ketika 240 gerai juga ditutup karena banyak lokasi dianggap sudah usang dan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

CEO sementara Wendy’s, Ken Cook, menyebutkan bahwa perusahaan belajar dari pengalaman tahun 2025 dan menyadari terlalu mengandalkan promosi harga terbatas waktu, sehingga kini mereka berfokus pada “nilai sehari-hari” yang lebih konsisten. Cook juga mengonfirmasi adanya peluncuran produk baru yang diharapkan bisa mendongkrak penjualan, seperti sandwich ayam baru yang bakal hadir tahun ini.

Strategi Nilai Harian untuk Merespons Inflasi

Untuk menanggapi tekanan inflasi yang membuat konsumen lebih selektif, Wendy’s memperkenalkan menu nilai permanen bernama “Biggie Deals” pada Januari 2026. Menu ini disusun dalam tiga tingkatan harga yaitu Biggie Bites seharga $4, Biggie Bags seharga $6, dan Biggie Bundle seharga $8, yang dirancang untuk memberikan harga terjangkau secara konsisten.

Perusahaan berharap strategi ini akan membantu mengembalikan daya tarik kepada pelanggan yang sebelumnya beralih ke merek lain dengan penawaran harga lebih kompetitif. Pendapatan Wendy’s tercatat turun 5,5 persen pada kuartal keempat menjadi 543 juta dolar AS, meski angka ini sedikit lebih baik dibandingkan perkiraan analis sebesar 537 juta dolar AS.

Prospek Pemulihan dan Pertumbuhan Internasional

Wendy’s optimis bahwa rencana restrukturisasi dan penguatan nilai harian akan membantu membalikkan tren penurunan penjualan di pasar AS tahun ini. Di sisi lain, perusahaan juga menaruh harapan pada pertumbuhan di pasar internasional sebagai pendorong utama pemulihan bisnis.

Meski penjualan di seluruh sistem global, yang mencakup restoran milik perusahaan dan waralaba, menurun sebesar 3,5 persen pada 2025, Wendy’s memperkirakan bakal mengalami stagnasi penjualan tahun ini sebagai langkah awal menuju tren yang lebih positif. Langkah menutup gerai yang tidak produktif diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada lokasi-lokasi yang lebih menguntungkan.

Data Kunci Penutupan dan Penjualan Wendy’s di AS 2025-2026

  1. Penurunan penjualan di gerai sejenis global: 10% (Q4 2025)
  2. Penutupan gerai pada kuartal keempat 2025: 28 gerai
  3. Total gerai Wendy’s di AS akhir 2025: 5.969 lokasi
  4. Perkiraan penutupan gerai AS pada paruh pertama 2026: 298–358 lokasi
  5. Penurunan pendapatan kuartal keempat 2025: 5,5% menjadi 543 juta dolar AS

Wendy’s tengah melakukan penyesuaian yang cukup signifikan untuk menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan preferensi konsumen. Penutupan gerai yang tidak menguntungkan dan fokus pada penawaran nilai diharapkan menjadi titik balik bagi perusahaan dalam mempertahankan eksistensi dan daya saing di industri restoran cepat saji yang sangat kompetitif.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button