Kementerian Perhubungan telah mempersiapkan lima jalur penyeberangan laut untuk mengoptimalkan lintas Jawa-Sumatera pada periode Lebaran 2026. Langkah ini ditujukan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik masyarakat yang menggunakan transportasi laut di masa peak season tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa kelima jalur tersebut meliputi Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton, serta jalur Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan Bakauheni. Dua jalur lainnya adalah dari Pelabuhan BBJ Bojonegoro ke BBJ Muara Pilu, dan Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera ke Pelabuhan Panjang. Dudy menegaskan pentingnya koordinasi dengan operator agar pelayanan bisa optimal sesuai pengalaman saat Natal dan tahun baru sebelumnya.
Persiapan Armada dan Fasilitas Pelabuhan
Untuk menunjang kelancaran penyeberangan, Pelabuhan BBJ telah menyiapkan 12 unit kapal khusus untuk angkutan kendaraan berat. Sementara itu, Pelabuhan Ciwandan juga menyiapkan 12 unit kapal yang akan mengangkut para penumpang yang hendak menyeberang. Sistem manajemen antrean yang diterapkan juga diperketat dengan penundaan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni serta di 10 titik jalan tol dan jalan arteri sekitar pelabuhan. Hal ini bertujuan menghindari kemacetan saat puncak arus mudik.
Pelabuhan BBJ Bojonegoro secara khusus melayani truk golongan besar VIII dan IX, sementara Pelabuhan Bakauheni beroperasi tanpa pengalihan kendaraan agar arus lalu lintas tetap lancar. Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera disiapkan sebagai jalur kontingensi jika terjadi lonjakan atau gangguan di jalur utama.
Sarana dan Prasarana Transportasi di Lebaran 2026
Pada angkutan laut Lebaran 2026, total disediakan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut mencapai 3,26 juta penumpang. Jumlah pelabuhan yang siap melayani mencapai 636 pelabuhan laut di seluruh Indonesia. Dari sisi transportasi darat, tersedia 31.345 bus dengan total kapasitas sekitar 1,2 juta tempat duduk dan didukung oleh 115 terminal tipe A serta 62 terminal tipe B.
Untuk sarana transportasi penyeberangan, selain kapal, terdapat 255 unit kapal dengan kapasitas 6,1 juta penumpang dan ketersediaan angkut hingga 770 ribu kendaraan. Infrastruktur yang tersedia meliputi 15 lintas penyeberangan serta 29 pelabuhan yang tersebar di berbagai wilayah. Di sektor udara, 392 pesawat dengan kapasitas 8,2 juta penumpang dan 257 bandar udara siap melayani lonjakan arus mudik.
Transportasi kereta api turut mendukung mobilitas selama Lebaran dengan 3.821 unit sarana yang mampu mengangkut hingga 3,58 juta penumpang antarkota, 2,9 juta pengunjung regional, dan 51,5 juta penumpang komuter. Prasarana pendukung berupa 668 stasiun kereta api siap memfasilitasi perjalanan masyarakat.
Imbauan Menejemen dan Operator
Menhub Dudy mengingatkan operator pelabuhan dan transportasi untuk menyiapkan pelayanan prima dan menjaga koordinasi agar operasi selama Lebaran berlangsung efisien. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi rujukan untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan memastikan keamanan penumpang. Pengaturan jadwal kapal dan manajemen antrean menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik di lintas pulau tersebut.
Upaya optimasi lima jalur penyeberangan ini didukung dengan konsep pengaturan kendaraan besar dan penyiapan armada cadangan sebagai antisipasi lonjakan penumpang. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memantau kesiapan sarana dan prasarana menjelang puncak arus mudik agar masyarakat mendapatkan layanan angkutan yang nyaman dan aman saat Lebaran 2026.





