Victoria Life Kembangkan Produk Tradisional untuk Capai Pertumbuhan Bisnis Optimal

PT Victoria Alife Indonesia (Victoria Life) mematok target pertumbuhan premi sebesar minimal 10% pada tahun 2026. Ini sejalan dengan fokus strategis perusahaan yang kini hanya menawarkan produk asuransi jiwa tradisional tanpa komponen investasi.

Direktur Utama Victoria Life, Nefritiri Wibowo, menjelaskan bahwa sejak awal 2024, perusahaan tidak lagi mengembangkan maupun memasarkan produk unit-linked yang mengkombinasikan asuransi dengan investasi. Produk yang ditawarkan kini berupa endowment, term life, dan credit life dengan manfaat murni proteksi tanpa elemen investasi.

Keputusan ini diambil akibat kondisi pasar saham yang sangat fluktuatif dan risiko mis-selling yang dinilai tinggi pada produk berbasis investasi. Selain itu, struktur biaya proteksi pada produk unit-linked di waktu awal sering menimbulkan kesalahpahaman bagi pemegang polis yang berharap imbal hasil cepat.

Dengan strategi kembali ke produk dasar proteksi, Victoria Life optimistis bisa mencapai target pertumbuhan premi di kisaran 10% hingga 15% pada 2026. Nefritiri menyebut angka tersebut sudah cukup baik untuk kategori produk tradisional di industri asuransi jiwa saat ini.

Dalam pandangan perusahaan, pertumbuhan asuransi jiwa akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya populasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi dari risiko kehidupan. “Selama ada manusia lahir dan kebutuhan meningkat, proteksi asuransi tetap dibutuhkan untuk menutupi risiko yang tidak pasti,” ujarnya.

Meski optimis, Nefritiri mengakui bahwa industri asuransi jiwa masih menghadapi tantangan terkait regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaporan yang semakin ketat. Namun, dia menilai tantangan tersebut sebagai bagian normal dari dinamika bisnis.

Berdasarkan data keuangan per Januari 2026, Victoria Life mencatat kenaikan premi yang signifikan sebesar 280,84% secara year-on-year, dari Rp11,07 miliar menjadi Rp42,16 miliar. Laba sebelum pajak perusahaan juga meningkat 174,32% menjadi Rp4,06 miliar.

Secara operasional, pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp5 miliar, menandakan komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada nasabah. Pertumbuhan ini menjadi indikator positif atas strategi perusahaan yang mengembalikan fokus ke produk tradisional tanpa risiko investasi.

Strategi Victoria Life untuk melanjutkan pengembangan produk asuransi jiwa tradisional dapat menjadi upaya konservatif namun realistis dalam menghadapi volatilitas pasar investasi dan meningkatkan kepercayaan nasabah. Perusahaan tampak bertekad membangun bisnis berkelanjutan dengan pendekatan proteksi penuh risiko tanpa penawaran investasi.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button