Bank syariah menunjukkan kepercayaan diri tinggi dalam menyalurkan pembiayaan serta mencetak pendapatan komisi yang meningkat tajam selama Ramadan. Periode ini dimanfaatkan secara optimal untuk menumbuhkan pertumbuhan bisnis di sektor perbankan syariah dengan dukungan program pemerintah dan inovasi layanan digital.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49% dari tahun sebelumnya. Sekitar 90% pembiayaan disalurkan ke segmen masyarakat yang pro-rakyat, seperti BUMN, UMKM, rumah sakit, dan institusi pendidikan, menunjukkan fokus BSI dalam mendukung sektor riil.
Kualitas aset BSI juga membaik dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross hanya 1,81% dan NPF nett 0,47%. Kondisi ini menunjukkan manajemen risiko yang baik dan daya tahan keuangan yang memadai menjelang Ramadan dan Idulfitri. Menurut Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, momen Ramadan menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekosistem keuangan syariah.
BSI mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND yang mempermudah transaksi zakat, infak, dan sedekah (ZISWAF). Selain itu, produk pembiayaan konsumer berbasis emas seperti BSI Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas diproyeksikan mendapat peningkatan permintaan. Jaringan layanan BSI yang luas dengan 127.000 agen, 563.000 QRIS, dan 6.000 ATM memperkuat aksesibilitas nasabah selama bulan puasa.
Pendapatan berbasis komisi BSI mengalami kenaikan signifikan sebesar 25,06% secara tahunan pada 2025. Hal ini didorong oleh digitalisasi transaksi dan layanan jasa keuangan yang lebih efisien. Anggoro menambahkan bahwa stimulus dan kebijakan pemerintah ikut mendongkrak daya beli masyarakat, memberikan efek positif terhadap pertumbuhan bisnis bank syariah.
Bank BCA Syariah juga menunjukkan optimisme serupa di momentum Ramadan. Direktur BCA Syariah Pranata menyatakan bahwa perseroan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan konsumer melalui berbagai program literasi dan promo Ramadan. Fitur mobile banking BSya menjadi tool utama dalam meningkatkan tabungan dan donasi ZISWAF.
Pembiayaan murabahah emas di BCA Syariah mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 365% secara tahunan di Januari 2026 dengan nilai mencapai Rp721 miliar. Angka ini mencerminkan tren positif sektor pembiayaan konsumer yang berbasis produk emas selama Ramadan. Dari sisi likuiditas, BCA Syariah memiliki rasio CAR sebesar 27,4%, menandakan modal yang kuat untuk ekspansi bisnis sekaligus menjaga kualitas pembiayaan dengan NPF rendah.
Rangkaian strategi yang dijalankan kedua bank syariah ini menegaskan peran signifikan sektor perbankan syariah dalam mendukung kegiatan ekonomi menjelang Ramadan. Optimalisasi teknologi digital, peningkatan literasi, dan fokus pada segmen pro-rakyat menjadi kunci keberhasilan industri ini. Kinerja yang konsisten dan inovasi berkelanjutan diperkirakan terus mendorong pertumbuhan bisnis serta memberikan dampak positif terhadap inklusi keuangan syariah di Indonesia secara menyeluruh.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com




