Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tanda pemulihan setelah melemah pada beberapa waktu terakhir. Pada awal pekan ini, IHSG diperkirakan berbalik arah dan berpotensi menguji level resistance terdekat di angka 8.377. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar yang menunggu momentum untuk kembali masuk di pasar saham.
Menurut analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, IHSG masih berpeluang mengalami koreksi jika menembus level support di 8.071. Namun, apabila IHSG mampu bertahan di atas level Fibonacci 8.179, peluang rebound akan semakin terbuka. Titik-titik support penting IHSG tercatat ada di 8.179, 8.071, 7.809, dan 7.617. Sedangkan resistance berada di 8.377, 8.596, dan 8.837.
Rekomendasi Saham Potensial Pilihan Analis
Ivan Rosanova juga mengungkapkan sejumlah saham yang diprediksi memiliki kinerja solid dan bisa menjadi pilihan menarik untuk investasi jangka pendek maupun menengah. Berikut rangkuman rekomendasi saham yang berpotensi mendatangkan keuntungan:
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Rekomendasi: Take Profit
Target harga: Rp2.360PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Rekomendasi: Buy on Weakness
Area beli: Rp3.900–4.000
Target harga: Rp4.410PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
Rekomendasi: Buy on Weakness
Area beli: Rp4.000–4.150
Target harga: Rp4.590PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Rekomendasi: Speculative Buy
Area beli: Rp970–1.010
Target harga: Rp1.110- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Rekomendasi: Trading Buy
Area beli: Rp800–840
Target harga: Rp1.120
Saran beli pada saham-saham di atas didasarkan pada analisis teknikal dan prospek fundamental yang masih cukup kuat. Investor disarankan memperhatikan momentum pasar agar dapat memaksimalkan peluang profit.
Pergerakan IHSG serta Dampak Sentimen Global
IHSG mulai menunjukkan penguatan didorong oleh reli saham teknologi di pasar Wall Street dan penguatan bursa Asia. Kondisi ini membantu mengangkat kepercayaan investor domestik. Seiring berlanjutnya penguatan IHSG, beberapa level resistance penting akan menjadi fokus pengamatan pelaku pasar.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap potensi koreksi yang mungkin terjadi karena tekanan global maupun faktor domestik. Pergerakan IHSG yang berhati-hati tercermin dari penutupan pekan lalu yang terkoreksi tipis 0,03% menuju level 8.271.
Dengan dinamika dan sinyal positif yang mulai terlihat, pelaku pasar disarankan untuk lebih selektif memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan potensi rebound jangka pendek. Rekomendasi saham di atas bisa dijadikan acuan sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.
Pemantauan terus-menerus terhadap pergerakan IHSG dan berita ekonomi global tetap menjadi kunci untuk mengambil keputusan investasi yang lebih tepat. Tren kenaikan IHSG pada sesi perdagangan mendatang berpotensi membuka peluang profit, terutama bagi investor yang cermat dalam memilih saham berkinerja unggulan.







