Bursa saham Asia-Pasifik menunjukkan kenaikan signifikan pada awal perdagangan Rabu, 25 Februari 2026. Lonjakan ini menyusul reli positif yang terjadi di bursa Wall Street, Amerika Serikat, yang terdorong oleh meredanya kekhawatiran investor terkait gangguan kecerdasan buatan (AI) pada berbagai sektor industri.
Sentimen AI dan Peranan Geopolitik Dalam Pergerakan Pasar Global
Menurut riset dari Analis BMI, AI menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi volatilitas pasar dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, ketegangan geopolitik juga turut menciptakan dinamika pasar yang kompleks. Analis BMI menyatakan, "Kami memberikan probabilitas 50 persen untuk serangan militer yang dipimpin AS terhadap Iran, yang berkontribusi pada peningkatan premi risiko dalam harga minyak serta penguatan dolar AS." Pernyataan ini menggambarkan bagaimana isu-isu geopolitik memicu ketidakpastian yang berdampak pada pergerakan harga aset global.
Ekonomi dunia terlihat berada dalam pijakan yang lebih kuat berkat dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang menjaga aktivitas ekonomi. Namun demikian, pasar keuangan masih menghadapi tantangan dalam menetapkan arah jelas karena hambatan yang muncul secara bersamaan.
Kinerja Bursa di Kawasan Asia
Indeks Kospi Korea Selatan tampil sebagai pemimpin kenaikan dengan melonjak 1,11 persen dan menembus level 6.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sektor saham dengan kapitalisasi kecil juga mencatat penguatan, dimana indeks Kosdaq naik 0,16 persen. Kinerja positif ini didukung oleh penguatan saham-saham unggulan seperti SK Hynix yang naik 0,6 persen dan Samsung Electronics yang meningkat 0,88 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 1 persen mencapai level tertinggi baru. Indeks Topix turut menguat meski dengan kenaikan yang lebih tipis saat pembukaan pasar.
Australia tidak kalah, dengan indeks S&P/ASX 200 menguat 0,9 persen. Sementara di Hong Kong, indeks Hang Seng kontrak berjangka bergerak ke posisi 26.763 dari level sebelumnya 26.590,32, mencerminkan optimisme yang terus meningkat.
Reli Wall Street yang Menggerakkan Pasar Global
Pasar saham AS mencatat hasil positif pada sesi sebelumnya. Indeks S&P 500 naik 0,77 persen dan ditutup pada level 6.890,07. Nasdaq Composite mencatat kenaikan 1,04 persen menjadi 22.863,68, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 370,44 poin atau 0,76 persen, berakhir di level 49.174,50.
Lonjakan Dow Jones didorong oleh saham Home Depot yang melonjak hampir 2 persen. Keberhasilan Home Depot dalam melaporkan pendapatan melampaui ekspektasi pasar untuk pertama kalinya dalam setahun memberikan sentimen positif yang kuat.
Dampak Terhadap Pasar Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan penguatan. IHSG dibuka menguat 37 poin atau 0,45 persen pada level 8.318. Namun, analis memperkirakan bahwa IHSG masih berpotensi mengalami koreksi mengingat ketidakpastian yang muncul akibat kebijakan tarif dari pemerintahan AS yang masih belum jelas.
Pasar global masih dipengaruhi dua kekuatan utama, yakni perkembangan teknologi AI dan ketegangan geopolitik internasional. Kedua faktor ini terus menjadi sorotan utama para investor untuk menentukan strategi investasi dalam jangka pendek maupun menengah. Melihat tren ini, dinamika pasar keuangan kemungkinan akan tetap bergerak dengan volatilitas tinggi di masa mendatang.





