PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,93 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,53% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,9 triliun.
Pendapatan bunga menjadi salah satu motor utama pertumbuhan tersebut, tercatat Rp24,67 triliun atau naik 1,83% dibanding 2024. Setelah dikurangi beban bunga sebesar Rp11,19 triliun, pendapatan bunga bersih BNGA naik 1,58% YoY menjadi Rp13,48 triliun sepanjang 2025.
Kinerja Operasional dan Nonoperasional
Laba operasional bank meningkat 5,02% dari Rp8,36 triliun menjadi Rp8,78 triliun. Sementara itu, beban operasional selain bunga bersih berhasil ditekan turun 4,28% menjadi Rp4,69 triliun. Namun, pendapatan nonoperasional menurun signifikan dari Rp379 miliar menjadi Rp34,61 miliar. Kondisi ini menekan laba nonoperasional dari Rp365,81 miliar menjadi Rp43,24 miliar.
Laba sebelum pajak Bank CIMB Niaga tercatat Rp8,82 triliun, tumbuh 1,11% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, penurunan pendapatan nonoperasional perlu menjadi perhatian guna menjaga kinerja ke depan.
Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Bank CIMB Niaga mencatat pertumbuhan kredit yang cukup solid yaitu sebesar 8,87% dari Rp167,71 triliun di 2024 menjadi Rp182,59 triliun pada 2025. Namun, pembiayaan syariah justru mengalami penurunan dari Rp60,29 triliun menjadi Rp55,72 triliun. Secara total, kredit dan pembiayaan bank tumbuh 4,5% menjadi Rp238,3 triliun.
Di sisi penghimpunan dana pihak ketiga, perseroan berhasil meningkatkan DPK sebesar 3,79% menjadi Rp270,52 triliun dari Rp260,64 triliun tahun sebelumnya. Komposisi simpanan meliputi Rp103,08 triliun giro, Rp86,38 triliun tabungan, dan deposito Rp81,06 triliun.
Indikator Kinerja Keuangan
Bank juga menunjukkan peningkatan kualitas dana murah (CASA) yang tumbuh 10,1% YoY menjadi Rp189,5 triliun. CASA ratio perseroan mencapai 70,0%, mengindikasikan porsi dana murah yang cukup kuat dalam pembiayaan operasional.
Beberapa indikator penting lainnya antara lain:
- Return on Equity (ROE) sebesar 13,0%
- Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 45,9%
- Cost of Credit sebesar 0,74%
- Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 24,8%
- Gross NPL (Non-Performing Loan) sebesar 1,81%
Kinerja ini mengindikasikan manajemen risiko yang sehat dan efisiensi operasional yang semakin baik. Rasio CAR yang tinggi menunjukkan tingkat permodalan bank dalam posisi kuat menjaga stabilitas dan pertumbuhan.
Peningkatan laba selama 2025 ini menegaskan posisi CIMB Niaga sebagai salah satu bank besar di Indonesia yang mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika pasar keuangan. Pendapatan bunga yang meningkat dan penurunan beban operasional menjadi faktor kunci yang mendukung pencapaian ini. Namun, perhatian terhadap pendapatan nonoperasional dan pembiayaan syariah perlu diperhatikan supaya kinerja tetap berkembang secara berkelanjutan.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com






