Konflik Iran-Israel Picu Kenaikan Harga Emas Dunia, Apa Dampaknya untuk Investor?

Ketegangan perang antara Iran dan Israel memicu lonjakan harga emas dunia secara signifikan. Pada perdagangan Senin (2/3/2026), harga emas mencapai US$ 5.378 per ons troi, naik 1,88% dari posisi sebelumnya, menurut data Bloomberg.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyebutkan bahwa konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. Para investor global beralih ke emas sebagai aset safe haven untuk melindungi modal mereka dari ketidakpastian pasar.

Selain faktor geopolitik, data inflasi di Amerika Serikat turut memperkuat tren kenaikan emas. Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS naik 2,9% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar. Sementara itu, Core PPI meningkat ke 3,6%, menunjukkan tekanan inflasi yang masih kuat.

Andy menjelaskan bahwa inflasi yang tinggi membuat emas semakin diminati sebagai instrumen lindung nilai terhadap penurunan daya beli mata uang. Lonjakan harga energi akibat penghentian sementara pengiriman minyak di Selat Hormuz oleh Iran juga meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bullish pada harga emas. Selama tekanan kenaikan ini bertahan, harga emas diperkirakan akan melaju ke level resistance berikutnya sekitar US$ 5.441 per ons. Namun, apabila momentum kenaikan melemah, harga berpotensi turun mendekati support US$ 5.222.

Menurut Andy, volatilitas tinggi akibat perang dan data ekonomi global akan terus menjadi faktor utama yang harus diwaspadai pelaku pasar. “Selama harga emas bertahan di atas level support utama, potensi kenaikan ke US$ 5.441 tetap terbuka,” katanya.

Situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran dan Israel bersama AS, membuat aset safe haven seperti emas kembali menjadi pilihan utama investor. Perang dan ketidakpastian yang dipicu konflik ini meningkatkan permintaan emas di pasar global.

Berikut adalah faktor-faktor utama yang mendorong harga emas melonjak:

1. Konflik geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian pasar.
2. Penghentian pengiriman minyak di Selat Hormuz oleh Iran, mengerek harga energi.
3. Data inflasi AS yang tetap tinggi, memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai.
4. Perpindahan dana investor ke aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.

Harga emas dunia melanjutkan penguatan dengan potensi kenaikan jangka pendek. Investor di berbagai negara diperkirakan tetap mengalokasikan dana ke logam mulia sebagai antisipasi risiko dari perkembangan geopolitik dan tekanan inflasi.

Perang Iran-Israel tidak hanya menciptakan ketegangan politik regional, tetapi juga menimbulkan dampak luas terhadap pasar komoditas global. Lonjakan harga emas ini mencerminkan sentimen hati-hati para pelaku pasar yang ingin menjaga kekayaan dari gejolak ekonomi dan geopolitik.

Dalam konteks pasar keuangan saat ini, emas tetap menjadi instrumen investasi yang menarik berkat kemampuannya dalam menjaga nilai kekayaan di tengah berbagai risiko global yang meningkat. Investor dianjurkan terus memonitor pergerakan geopolitik serta data ekonomi agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button