SMF Tingkatkan Penyaluran Pembiayaan Perumahan Hingga Rp20 Triliun dengan Pertumbuhan Signifikan

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF pada tahun 2025 berhasil menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan. Capaian ini meningkat 22,75% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,01 triliun.

Sumber pendanaan SMF untuk penyaluran tersebut berasal dari total pendanaan yang diterima mencapai Rp10,6 triliun sepanjang tahun 2025. Dana tersebut dipergunakan untuk memperluas akses pembiayaan perumahan di Indonesia, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dukungan Pemerintah dan Peringkat Kredit SMF

SMF mendapatkan peringkat investasi yang baik dari lembaga pemeringkat internasional dan nasional. S&P Global memberikan peringkat BBB, Pefindo menilai SMF dengan id(AAA), dan Fitch Ratings memberi peringkat AAA(idn). Peringkat ini menegaskan bahwa SMF memiliki kemampuan serta kemauan yang solid dalam memenuhi kewajiban finansial tepat waktu.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menyatakan bahwa pencapaian tersebut memperlihatkan dukungan kuat dari Pemerintah RI terhadap peran SMF sebagai alat fiskal pada sektor pembiayaan perumahan. Pemerintah memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang kemudian dioptimalkan SMF melalui skema blended financing dengan penerbitan surat utang.

Peran SMF sebagai Alat Fiskal dalam Pembiayaan Perumahan

Sejak 2018, SMF turut mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) dengan menyediakan porsi dana sebesar 25%. Skema blended financing yang digunakan memadukan PMN dan penerbitan surat utang untuk memastikan keberlanjutan dana pembiayaan perumahan.

Hingga Desember 2025, total penyaluran SMF telah mencapai Rp34,37 triliun, yang setara dengan pembiayaan untuk 904.568 unit rumah. Optimasi PMN dengan leverage sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun menjadi strategi utama SMF dalam meningkatkan kapasitas pembiayaan.

Kinerja Keuangan dan Aset SMF

Pada tahun 2025, total aset SMF tercatat sebesar Rp66,814 triliun, mengalami pertumbuhan positif sebesar 15% secara year on year (YoY). Sementara itu, laba bersih yang diperoleh SMF naik sebesar 5% YoY menjadi Rp565 miliar. Data ini memperlihatkan kinerja keuangan SMF yang semakin menguat serta kemampuan dalam mengelola portofolio aset dengan prudent.

Ananta Wiyogo menegaskan bahwa setiap alokasi PMN yang diterima SMF dimanfaatkan secara optimal melalui mekanisme leverage yang terukur dan prudent. Langkah ini menunjukkan komitmen SMF dalam mendukung akses pembiayaan perumahan yang lebih luas dan terjangkau secara berkelanjutan.

Data Utama Penyaluran SMF Tahun 2025

  1. Total dana disalurkan: Rp20,88 triliun
  2. Pertumbuhan penyaluran: 22,75% YoY
  3. Total pendanaan yang diterima: Rp10,6 triliun
  4. Total aset SMF: Rp66,814 triliun (naik 15% YoY)
  5. Laba bersih: Rp565 miliar (naik 5% YoY)
  6. Jumlah unit rumah yang dibiayai: 904.568 unit
  7. Skema leverage optimasi PMN: 1,9 kali dengan surat utang Rp17,94 triliun

Penyaluran dana yang signifikan ini mencerminkan peran strategis SMF dalam memperkuat sektor pembiayaan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penerapan blended financing serta dukungan pemerintah menjadi faktor kunci keberhasilan perseroan dalam meningkatkan jumlah unit rumah yang dapat dibangun dan dibiayai secara berkelanjutan.

Dengan kondisi keuangan yang terus membaik dan peringkat kredit yang kuat, SMF diposisikan sebagai institusi pembiayaan perumahan yang andal dan berkomitmen mendukung tercapainya program hunian layak bagi masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi indikasi positif bagi pengembangan sektor properti dan usaha pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses perumahan yang lebih mudah.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button