Iran menyatakan perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berakhir jika agresi dihentikan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, kepada wartawan di Teheran pada Selasa, 4 Maret 2026.
Menurut Baghaei, Iran tidak memulai konflik ini dan lebih memilih pendekatan diplomasi. Serangan besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan pejabat tinggi militer.
Pertentangan Perundingan dengan AS
Banyak warga Iran menolak perundingan dengan AS karena pengalaman serangan yang pernah terjadi sebelumnya pada Juni lalu. Baghaei menegaskan bahwa Iran siap bertempur mempertahankan negaranya dan menolak segala hal yang mengalihkan fokus tersebut. Baghaei juga menyerukan Dewan Keamanan PBB serta komunitas internasional segera campur tangan untuk mencegah perang meluas.
Menurutnya, dunia telah melihat pelanggaran hukum internasional terjadi namun tetap tidak bertindak tegas. Iran mengingatkan bahwa sikap acuh tak acuh ini berpotensi memperburuk situasi hingga menimbulkan pemberontakan di berbagai negara.
Gelombang Serangan Balasan Iran
Sejauh ini Iran telah meluncurkan 15 gelombang serangan rudal dan drone sasaran Israel dan aset AS di kawasan Timur Tengah. Serangan serupa juga terjadi di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi. Berbagai negara tersebut mengecam serangan Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Berikut poin penting yang disampaikan oleh Iran terkait konflik yang terjadi:
- Perang akan berakhir saat agresi pihak lawan berhenti.
- Iran memilih diplomasi namun siap mempertahankan diri dengan kekuatan penuh.
- Ada penolakan kuat terhadap perundingan dengan AS di dalam negeri Iran.
- Iran mengingatkan dunia atas konsekuensi jika pelanggaran hukum internasional tidak ditangani.
- Iran telah melakukan serangan balasan yang melibatkan rudal dan drone di berbagai negara kawasan.
Situasi konflik ini tetap dinamis dan menegangkan, dengan upaya diplomasi yang belum membuahkan hasil konkret. Iran menegaskan bahwa penyelesaian damai hanya dapat tercapai jika agresi benar-benar dihentikan oleh pihak lawan. Pemerintah Iran menekankan pentingnya peran komunitas internasional dalam menghentikan eskalasi agar perang tidak meluas dan meningkatkan ketegangan regional lebih jauh.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




