Misteri Video Kapal Tanker Indonesia Dikawal Kapal Iran di Perairan Selat Hormuz

Sebuah video yang menampilkan kapal tanker minyak diduga milik Indonesia saat melintasi Selat Hormuz viral di media sosial. Video itu menimbulkan kejanggalan yang mengarah pada dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatannya.

Video awalnya diunggah melalui TikTok oleh akun @dazall401. Dalam rekaman, tampak seorang awak kapal di dek, merekam kondisi saat kapal melewati jalur pelayaran strategis di Teluk Persia.

Suara dalam video menyebut suasana di Selat Hormuz sangat tegang akibat pengawasan militer yang ketat. Disebutkan juga bahwa kapal patroli berjaga ketat dan izin harus diperoleh sebelum kapal bisa melintas.

Namun, ada sejumlah detail dalam video yang mengundang tanda tanya. Salah satunya muncul tulisan “AI generated” pada salah satu frame di kiri bawah. Label ini biasanya menandakan konten dibuat dengan aplikasi pembuat video berbasis AI.

Wajah orang dalam video terlihat tidak konsisten pada beberapa adegan. Struktur wajah berganti-ganti, tekstur kulit nampak terlalu halus dan tidak alami. Proporsi mata, hidung, dan mulut tampak berbeda dalam tiap potongan gambar.

Gerakan bibir juga tidak sinkron sepenuhnya dengan suara narasi. Beberapa bagian mulut tampak seperti dipaksakan mengikuti suara, ciri khas teknologi lip-sync AI. Hal ini menambah kesan video dibuat secara artifisial.

Secara komposisi, format video menyerupai template yang sering digunakan dalam konten AI. Video vertikal dengan beberapa klip digabungkan dan menampilkan teks overlay bertuliskan “Detik-detik kapal tanker milik Indonesia melewati Selat Hormuz.”

Teks dalam video juga bernada propaganda, seperti tulisan “Terima Kasih Iran” dan “Iran is The Best”. Ini menimbulkan pertanyaan terkait motif di balik pembuatan konten tersebut.

Selain itu, ada detail visual aneh lain yang diperhatikan warganet. Dalam satu adegan, sosok tentara diduga Iran tampak mengenakan seragam dengan bendera Amerika Serikat di lengan. Atribut ini jelas tidak sesuai dengan militer Iran.

Detail aneh lain terlihat dari bentuk tangan karakter dalam video. Jempol salah satu tangan terlihat jauh lebih besar dari proporsi normal, kesalahan visual yang umum pada konten AI.

Hingga saat ini belum ada verifikasi resmi terkait keaslian video ini. Namun berbagai indikator visual menguatkan dugaan bahwa video tersebut dihasilkan atau dimodifikasi oleh teknologi AI.

Kasus ini menunjukkan bagaimana teknologi AI bisa digunakan untuk membuat konten video yang sulit langsung dikenali kebenarannya. Penting bagi masyarakat untuk selalu memeriksa validitas sumber informasi yang beredar, khususnya terkait isu strategis seperti pergerakan kapal di Selat Hormuz.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button