Ajinomoto Genjot Program Ramah Lingkungan, Kurangi Plastik hingga Ribuan Ton dalam Waktu Dekat

Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah plastik yang terus meningkat, Ajinomoto Indonesia mengambil langkah nyata melalui berbagai inisiatif lingkungan yang berfokus pada pengurangan penggunaan plastik. Berdasarkan data World Bank, volume sampah plastik nasional pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai antara 9,9 hingga 12,4 juta ton per tahun. Angka ini mencerminkan sekitar 13,98 persen dari total timbulan sampah nasional, sehingga membutuhkan peran aktif dunia usaha untuk mengendalikan dampaknya.

Ajinomoto berkomitmen menurunkan penggunaan plastik sebesar 1.736 ton pada tahun 2025. Pengurangan ini dilakukan melalui inovasi kemasan ramah lingkungan yang sejalan dengan regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P.75/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019). Langkah ini juga mendukung target nasional untuk menekan sampah plastik hingga 30 persen pada tahun 2029-2030, sebagai bagian dari upaya keberlanjutan yang dijalankan perusahaan.

Strategi Ajinomoto untuk Mendukung Keberlanjutan

Ajinomoto mengintegrasikan program keberlanjutan melalui Ajinomoto Health Provider yang menggabungkan edukasi gizi seimbang dan pengelolaan sampah. Grant Senjaya, Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Perusahaan mengembangkan kerja sama dengan startup seperti Rekosistem untuk menyediakan fasilitas waste station di Surabaya dan Mojokerto. Hal ini mempermudah masyarakat dalam menyetorkan sampah yang sudah dipilah untuk didaur ulang.

Selain itu, Ajinomoto menjalin kemitraan dengan berbagai bank sampah dan tempat pengelolaan sampah terpilah, seperti Bank Sampah Gunung Emas di Jakarta Timur, Bank Sampah Induk Patriot di Bekasi, serta di Karawang, Mojokerto, dan Surabaya. Melalui kolaborasi ini, pengelolaan sampah tidak hanya berbasis lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Sepanjang tahun 2025, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah melalui berbagai tempat pengelolaan ini, menunjukkan dampak signifikan dari sinergi tersebut.

Peningkatan Literasi dan Kesadaran Masyarakat

Untuk memastikan keberhasilan upaya pengurangan sampah, Ajinomoto menjalankan program edukasi bernama Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri). Program ini fokus pada penarikan sampah plastik multilapis (MLP) dan pengenalan Greenducation, yang secara khusus meningkatkan kesadaran pemilahan sampah masyarakat. Aktivitas ini berlangsung di wilayah Jakarta Timur, Bekasi, dan Karawang, dengan target meningkatkan kebiasaan memilah sampah plastik dari sampah lain agar sampah tersebut bisa didaur ulang menjadi produk baru yang bernilai guna.

Selama satu tahun pelaksanaan program, sekitar 2.400 peserta dari komunitas, sekolah, dan pelaku usaha kecil, termasuk warung makan, telah mengikuti edukasi ini. Ajinomoto menyediakan drop box di lokasi mitra agar kemasan plastik hasil penggunaan produk mereka dapat dikumpulkan dengan mudah. Langkah ini tidak hanya mendorong perilaku ramah lingkungan, tetapi juga memudahkan pemantauan dan penanganan limbah plastik secara bertanggung jawab.

Penguatan Internal Melalui Edukasi Karyawan

Ajinomoto juga menanamkan nilai keberlanjutan di dalam lingkup internal perusahaan. Program Greenducation dilaksanakan secara nasional untuk para karyawan, mengajarkan pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama yaitu organik, anorganik, dan residu. Disediakan pula fasilitas drop box di lingkungan kerja untuk memudahkan kebiasaan memilah sampah. Pendekatan ini bertujuan menciptakan budaya kerja yang ramah lingkungan serta menguatkan peran Ajinomoto sebagai Health Provider yang peduli pada keberlanjutan.

Dengan langkah-langkah terstruktur yang menggabungkan inovasi produk, kerja sama strategis, dan edukasi menyeluruh, Ajinomoto berhasil menunjukkan kontribusi nyata dalam pengurangan sampah plastik nasional. Inisiatif ini sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pengelolaan sampah yang bertanggung jawab demi masa depan Indonesia yang lebih bersih dan sehat.

Terkait