Jelang Lebaran, Persediaan Daging Sapi Melimpah dengan Kenaikan Tiga Kali Lipat

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ketersediaan stok daging sapi di Indonesia meningkat signifikan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan daging sapi tercukupi hingga tiga kali lipat dari kebutuhan konsumsi nasional pada bulan Maret.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa proyeksi ketersediaan daging ruminansia nasional mencapai 226 ribu ton. Angka tersebut jauh melebihi estimasi kebutuhan konsumsi daging sapi dan kerbau nasional sekitar 65,8 ribu ton untuk bulan yang sama.

Proyeksi Ketersediaan dan Sumber Pasokan Daging Sapi

Sumber pasokan daging sapi terdiri dari beberapa komponen utama yang menunjang stok menjelang Lebaran:

  1. Produksi lokal sapi dan kerbau sebanyak 143,8 ribu ekor, setara dengan 28,2 ribu ton daging.
  2. Hasil pemotongan sapi dan kerbau bakalan serta realisasi impor mencapai total 29,2 ribu ton.
  3. Stok awal di bulan Maret sebesar 168,6 ribu ton.

Selain itu, impor sapi hidup yang didominasi dari Australia juga membantu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Produksi lokal di wilayah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta aktivitas penggemukan sapi, turut menjadi pendukung utama pasokan daging.

Stabilitas Harga dan Pengawasan Ketat Pemerintah

Pantauan terhadap harga daging sapi nasional menunjukkan tren stabil bahkan cenderung menurun. Pemerintah berkomitmen menjaga kewajaran harga mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) hingga tingkat pengecer agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang terjangkau.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi di 47 kabupaten/kota hingga minggu kedua Maret 2024. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan akhir Februari yang hanya 19 daerah mengalami penurunan harga.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh importir agar mengeluarkan stok daging selama Ramadan hingga Idulfitri. Dia juga memperingatkan akan melakukan tindakan tegas terhadap produsen atau distributor yang berani menaikkan harga secara tidak wajar.

Langkah Pemerintah Mengantisipasi Anomali Harga

Pemerintah tidak menoleransi adanya praktik penimbunan atau manipulasi harga oleh para pedagang perantara. Satgas Pangan di seluruh Indonesia diberi mandat untuk melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan tegas, termasuk penyegelan jika ditemukan pelanggaran.

Amran menegaskan, apabila ditemukan produsen feedloter yang menaikkan harga sapi bakalan secara ilegal, maka izinnya akan dicabut dan mereka dilarang melakukan impor. Langkah ini diambil demi melindungi konsumen dan memastikan kestabilan harga daging sapi selama musim Lebaran.

Menjelang perayaan Idulfitri, ketersediaan daging sapi yang melimpah dan langkah pengendalian harga yang ketat diharapkan mampu menjaga pasokan tetap stabil. Hal ini penting agar kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi dapat terpenuhi tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan ataupun lonjakan harga yang merugikan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button