Tren Klaim Asuransi Jiwa Turun, Klaim Kesehatan Justru Alami Peningkatan Signifikan

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan penurunan klaim asuransi jiwa sebesar 7,8% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai klaim asuransi jiwa yang dibayarkan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp146,73 triliun, turun dari Rp159,09 triliun pada 2024.

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM AAJI, Handojo G. Kusuma, menjelaskan penurunan klaim ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya pembayaran klaim nilai tebus atau surrender. Klaim surrender tercatat turun signifikan 19,0% menjadi Rp62,72 triliun dari Rp77,43 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, klaim asuransi kesehatan justru menunjukkan tren meningkat. Total klaim kesehatan yang dibayarkan industri asuransi jiwa naik 9,1% menjadi Rp26,74 triliun dari Rp24,18 triliun pada 2024. Kenaikan klaim kesehatan ini menunjukkan pergeseran fokus perlindungan dari asuransi jiwa ke asuransi kesehatan.

Detail klaim lainnya menunjukkan adanya peningkatan klaim akhir kontrak sebesar 11,1%, dari Rp18,30 triliun menjadi Rp18,53 triliun. Klaim meninggal dunia juga naik sebesar 3,8% menjadi Rp11,76 triliun, dan klaim partial withdrawal meningkat 11,1% menjadi Rp20,24 triliun.

Dari sisi asuransi kesehatan, klaim produk individu mencapai Rp16,59 triliun, meningkat 6,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan klaim asuransi kesehatan kumpulan mengalami lonjakan signifikan dari Rp8,89 triliun menjadi Rp10,16 triliun sepanjang 2025.

Handojo menyatakan bahwa perlu dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Desa (Kamendes), dan BPJS Kesehatan. Sinergi ini diharapkan menciptakan sistem asuransi kesehatan yang berkelanjutan dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Peran kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap produk asuransi kesehatan. Mengoptimalkan regulasi serta program pemerintah menjadi kunci memperkuat literasi dan inklusi asuransi di Tanah Air. Industri asuransi jiwa harus menyesuaikan pendekatan agar mampu menjawab kebutuhan perlindungan kesehatan yang semakin meningkat.

Tren penurunan klaim asuransi jiwa dan kenaikan klaim kesehatan memberi gambaran pergeseran kebutuhan masyarakat. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri untuk mengembangkan produk yang lebih inovatif dan relevan. Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, industri asuransi diharapkan dapat tumbuh lebih sehat dan inklusif di masa mendatang.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button