Jelang tenggat 31 Maret 2026, layanan konsultasi pajak gratis di Pos Bantuan Pajak Probono atau Posbapao dipadati wajib pajak yang ingin melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi. Antrean terlihat mengular di lokasi layanan yang digelar KOPIJATIGOTA – Pro Bono Tax Advisory bersama WeWork Coworking Space pada Senin (30/3) di Revenue Tower Lantai 26, Jalan Jenderal Sudirman No. 52-53, Jakarta Selatan.
Ramainya kunjungan menunjukkan tingginya kebutuhan pendampingan langsung, terutama bagi wajib pajak yang masih menemui kendala saat memakai sistem digital Coretax. Di lokasi, petugas membantu proses pelaporan dari awal, mulai login, pengisian data, sampai pengiriman SPT agar wajib pajak bisa menyelesaikan kewajiban pajaknya tepat waktu.
Antrean meningkat jelang akhir batas waktu
Pantauan di lapangan memperlihatkan meja layanan Posbapao penuh oleh wajib pajak yang datang untuk berkonsultasi. Suasana berlangsung tertib, meski jumlah pengunjung terus bertambah menjelang tenggat pelaporan.
Konsultan pajak dari RA Consulting, Rahmad Adam, mengatakan lonjakan pengunjung menandakan kesadaran masyarakat untuk tidak menunggu batas akhir pelaporan. Ia menegaskan pentingnya segera melapor tanpa berharap pada perpanjangan waktu.
“Jangan tunggu perpanjangan. Lapor SPT Tahunan OP sekarang juga,” ujar Adam di sela kegiatan.
Layanan gratis jadi penolong wajib pajak
Posbapao menyediakan pendampingan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan teknis saat mengisi SPT Tahunan. Layanan ini banyak dimanfaatkan karena tidak semua wajib pajak terbiasa mengoperasikan sistem pelaporan daring, apalagi ketika mendekati periode sibuk seperti pada akhir Maret.
Menurut Adam, kehadiran layanan seperti ini membantu mengurangi hambatan yang sering muncul saat proses pelaporan. Ia menilai fasilitas konsultasi langsung memberi ruang bagi wajib pajak untuk menyelesaikan kewajiban administrasi tanpa harus berhadapan sendiri dengan sistem yang belum sepenuhnya familiar.
Dokumen yang perlu dibawa wajib pajak
Agar proses pendampingan berjalan lancar, wajib pajak diminta menyiapkan beberapa dokumen dasar sebelum datang ke lokasi. Perlengkapan ini membantu petugas mempercepat verifikasi dan proses unggah data ke sistem.
- KTP
- Kartu keluarga
- Email aktif
- Nomor ponsel aktif
- Laptop atau smartphone
Dengan kelengkapan dokumen tersebut, proses pelaporan bisa dilakukan lebih cepat dan minim hambatan. Petugas di lokasi juga mendampingi wajib pajak secara bertahap supaya pengisian data sesuai dan SPT berhasil terkirim.
Tekanan sistem digital di hari-hari terakhir
Menjelang tenggat 31 Maret, volume akses ke layanan pelaporan pajak biasanya meningkat tajam. Kondisi ini berpotensi membuat sistem digital lebih padat dari hari biasanya, sehingga banyak wajib pajak memilih datang lebih awal ke layanan bantuan seperti Posbapao.
Adam mengingatkan bahwa kepadatan sistem sering menjadi tantangan saat pelaporan dilakukan terlalu dekat dengan batas waktunya. Karena itu, ia menilai layanan pendampingan langsung menjadi alternatif yang efektif untuk memastikan pelaporan tetap selesai tepat waktu.
Dorongan agar pelaporan selesai sebelum tenggat
Pemerintah sebelumnya juga memberi kelonggaran atas sanksi pelaporan SPT Orang Pribadi sampai April, namun imbauan untuk melapor sebelum 31 Maret tetap menjadi perhatian utama. Bagi petugas di lapangan, kepatuhan waktu jauh lebih penting agar wajib pajak tidak menumpuk di hari terakhir.
Tingginya antusiasme di Posbapao memperlihatkan bahwa pendekatan layanan tatap muka masih dibutuhkan di tengah transformasi digital administrasi pajak. Di lokasi, petugas terus melayani satu per satu wajib pajak agar proses pelaporan SPT Tahunan bisa dituntaskan tanpa menunggu waktu habis.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




