Kelalaian memperbarui data diri dalam program pensiun bisa berdampak serius pada pencairan manfaat pensiun. Jika status pernikahan, data ahli waris, atau kondisi keluarga tidak segera dilaporkan, penerima manfaat berisiko menghadapi masalah administrasi hingga potensi kelebihan bayar.
Informasi dari Taspen menegaskan bahwa pembaruan data sangat penting agar pembayaran tetap sesuai hak penerima. Dalam kasus tertentu, ahli waris bahkan bisa diminta mengembalikan kelebihan manfaat pensiun yang terlanjur diterima jika data tidak sesuai dengan ketentuan.
Mengapa pembaruan data pensiun sangat penting
Taspen menjelaskan bahwa saat pensiunan meninggal dunia, hak manfaat dapat beralih kepada ahli waris yang sah. Istri atau suami berhak menerima pensiun janda atau duda, sementara anak dapat menerima manfaat pensiun bila memenuhi syarat tertentu.
Ketentuan untuk anak ini cukup ketat. Anak harus berusia di bawah 25 tahun, belum memiliki penghasilan sendiri atau masih bersekolah, dan belum pernah menikah, sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.
Jika syarat tersebut tidak terpenuhi dan data tidak diperbarui, pembayaran bisa dianggap tidak tepat. Kondisi itu dapat memunculkan kelebihan bayar yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Risiko bagi ahli waris dan peserta pensiun
Data yang tidak diperbarui bukan hanya berdampak pada administrasi, tetapi juga pada hak ahli waris. Dalam penjelasan Taspen, ahli waris dapat terkena kewajiban untuk mengembalikan dana yang terlanjur diterima jika ditemukan ketidaksesuaian data.
Karena itu, peserta pensiun diminta aktif melaporkan perubahan penting dalam keluarga. Perubahan status menikah, perceraian, kematian pasangan, atau perubahan kondisi anak perlu segera disampaikan agar pembayaran pensiun tetap akurat.
Kewajiban ini juga membantu mencegah sengketa di kemudian hari. Semakin cepat data diperbarui, semakin kecil risiko pembayaran tertunda atau dihentikan sementara karena verifikasi ulang.
Skema autentikasi Taspen yang perlu diketahui
Sebagai bagian dari pengawasan pembayaran manfaat, PT Taspen (Persero) menyediakan layanan autentikasi penerima pensiun melalui handphone. Proses ini memakai data biometrik untuk memastikan penerima manfaat masih berhak menerima pembayaran.
Taspen juga menerapkan jadwal autentikasi yang berbeda-beda sesuai kategori penerima. Berikut rinciannya:
- Pensiunan veteran: autentikasi dilakukan setiap bulan.
- Penerima pensiun sendiri, yatim, atau janda/duda tanpa ahli waris: autentikasi dilakukan setiap dua bulan.
- Pensiunan yang masih memiliki ahli waris: autentikasi dilakukan setiap tiga bulan.
Sistem ini membantu Taspen mengintegrasikan data peserta, keluarga peserta, mutasi, dan perhitungan pembayaran secara digital. Dengan begitu, proses penyaluran manfaat bisa lebih tepat sasaran dan lebih mudah dipantau.
Syarat sebelum memakai Taspen Otentikasi
Sebelum bisa memakai aplikasi Taspen Otentikasi, penerima manfaat harus lebih dulu melakukan enrollment atau perekaman data diri. Pada tahap ini, Taspen merekam data biometrik seperti suara, wajah, dan sidik jari.
Enrollment dapat dilakukan di kantor cabang Taspen atau di mitra bayar yang melayani proses tersebut. Tahap ini penting karena aplikasi autentikasi membutuhkan data awal untuk mencocokkan identitas penerima manfaat secara digital.
Tanpa enrollment, proses autentikasi tidak dapat berjalan normal. Karena itu, penerima pensiun yang belum pernah melakukan perekaman data perlu segera mengecek statusnya agar tidak terkendala saat jadwal autentikasi tiba.
Langkah autentikasi lewat aplikasi Taspen Otentikasi
Berikut langkah-langkah yang dibagikan Taspen untuk melakukan autentikasi melalui aplikasi:
- Unduh aplikasi Taspen Otentikasi di PlayStore atau AppStore.
- Berikan izin akses yang diminta aplikasi.
- Lepaskan kacamata, topi, atau pelindung wajah lain agar proses verifikasi lancar.
- Pastikan pencahayaan cukup dan lakukan di tempat terang.
- Masukkan Notas atau nomor TASPEN.
- Tekan menu Otentikasi dan tunggu proses berjalan.
- Saat foto wajah diminta, posisikan wajah di dalam kotak dan ikuti arahan aplikasi.
- Hindari gerakan yang tidak diminta agar verifikasi lebih cepat berhasil.
- Kedipkan mata sesuai instruksi.
- Gelengkan kepala ke kanan dan ke kiri sesuai petunjuk.
- Tatap layar lalu anggukkan kepala perlahan saat diminta.
- Ucapkan huruf “A” sesuai arahan aplikasi.
Jika proses berhasil, aplikasi akan menampilkan status autentikasi sukses. Bila gagal, pengguna bisa mengulang langkah yang sama dengan memastikan koneksi, pencahayaan, dan posisi wajah sudah sesuai.
Hal yang perlu diperhatikan penerima pensiun
Penerima pensiun sebaiknya tidak menunggu sampai ada kendala pencairan untuk memperbarui data. Pemeriksaan rutin atas data keluarga, status pernikahan, dan keberadaan ahli waris akan membantu menghindari hambatan administrasi.
Di sisi lain, penggunaan layanan digital seperti Taspen Otentikasi menunjukkan bahwa proses verifikasi kini semakin mengandalkan data biometrik. Karena itu, data yang benar sejak awal menjadi kunci agar manfaat pensiun tetap cair sesuai hak dan ketentuan yang berlaku.
Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com