Kementerian UMKM mendorong diplomasi maritim sebagai cara baru untuk memperluas pasar produk Indonesia di luar negeri. Strategi ini dijalankan lewat pelayaran muhibah KRI Bima Suci milik TNI Angkatan Laut yang membawa produk unggulan UMKM ke delapan negara sahabat.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan program ini masuk dalam etape kedua Kartika Jala Krida (KJK) 2026 yang memadukan misi maritim dan ekonomi. Ia menegaskan, pelibatan UMKM dalam pelayaran ini menjadi langkah konkret agar produk lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga punya akses promosi di pasar global.
Diplomasi maritim jadi jalur promosi baru
Helvi menyebut KRI Bima Suci tidak sekadar menjalankan fungsi pelayaran latihan taruna. Kapal layar latih itu juga membawa produk unggulan UMKM Indonesia untuk diperkenalkan langsung kepada mitra internasional di negara-negara yang disinggahi.
Langkah ini, kata dia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah ingin membuka lebih banyak pintu akses pasar internasional bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kementerian UMKM juga menggandeng TNI Angkatan Laut dan Kementerian Perdagangan agar promosi produk berjalan lebih terarah. Sinergi ini diharapkan bisa menghubungkan diplomasi pertahanan, diplomasi ekonomi, dan promosi dagang dalam satu agenda yang saling menguatkan.
Produk UMKM dibawa ke delapan negara tujuan
Dalam pelayaran muhibah ini, produk UMKM akan tampil dalam rangkaian kegiatan deck reception saat kapal singgah di pelabuhan negara tujuan. Cara ini memberi kesempatan bagi tamu undangan, mitra diplomatik, dan komunitas maritim internasional untuk melihat langsung kualitas produk Indonesia.
Model promosi seperti ini dinilai penting karena tidak hanya mengandalkan pameran biasa, tetapi juga memanfaatkan ruang interaksi informal di atas kapal. Pendekatan tersebut bisa membangun kesan yang lebih kuat terhadap produk, merek, dan cerita di balik pelaku UMKM Indonesia.
Daftar negara singgahan KRI Bima Suci dalam pelayaran ini mencakup:
- Sri Lanka
- Singapura
- Vietnam
- China
- Korea Selatan
- Rusia
- Jepang
- Filipina
Rute lengkap pelayaran sendiri dimulai dari Surabaya, lalu ke Jakarta, Belawan, sejumlah negara di atas, Bitung, dan kembali lagi ke Surabaya. Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 16.877 mil laut selama 124 hari.
Jumlah peserta dan misi pendidikan maritim
Kepala Staf Angkatan Laut Muhammad Ali menyebut pelayaran ini membawa misi yang lebih luas dari sekadar perjalanan diplomatik. Menurut dia, kegiatan tersebut juga memperkuat persahabatan antar pelaut dari berbagai negara dan menumbuhkan semangat brotherhood di lingkungan maritim internasional.
Sebanyak 79 taruna Akademi Angkatan Laut ikut dalam pelayaran ini bersama perwira dan awak kapal. Selain itu, ada 52 peserta ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara, sehingga total peserta mencapai 131 orang.
Kehadiran peserta dari banyak negara membuat pelayaran ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya dan pendidikan. Bagi Indonesia, kondisi itu memberi nilai tambah karena diplomasi ekonomi berjalan beriringan dengan diplomasi people-to-people di kalangan generasi muda maritim.
Menguatkan citra UMKM Indonesia di pasar global
Kementerian UMKM menilai inisiatif ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Upaya promosi lewat pelayaran muhibah memberi pesan bahwa UMKM Indonesia siap masuk ke pasar yang lebih kompetitif dengan pendekatan yang lebih kreatif.
Dalam konteks perdagangan internasional, promosi semacam ini penting karena produk UMKM sering membutuhkan kepercayaan awal dari calon pembeli atau mitra dagang. Ketika produk diperkenalkan dalam forum resmi dan dibawa oleh representasi negara, nilai kredibilitasnya ikut meningkat.
Pemerintah juga melihat diplomasi maritim sebagai sarana untuk memperkuat citra Indonesia sebagai negara kepulauan yang aktif membangun kerja sama ekonomi. Dengan memanfaatkan kapal latih TNI AL, promosi UMKM menjadi bagian dari narasi besar tentang Indonesia yang terbuka, produktif, dan siap bersaing di pasar global.
Mengapa strategi ini relevan bagi UMKM
Bagi pelaku UMKM, akses pasar luar negeri sering terkendala promosi, jaringan, dan standar penjualan. Karena itu, dukungan pemerintah melalui jalur diplomasi maritim bisa menjadi pintu masuk yang lebih efektif untuk mempertemukan produk dengan calon pembeli potensial.
Beberapa manfaat yang dikejar dari strategi ini antara lain:
- Meningkatkan eksposur produk Indonesia di forum internasional.
- Memperluas jejaring bisnis dan diplomatik bagi pelaku UMKM.
- Mendorong kepercayaan terhadap kualitas produk lokal.
- Menghubungkan promosi ekonomi dengan kegiatan resmi negara.
- Memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi perdagangan berbasis maritim.
Pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa promosi ekspor tidak selalu harus dilakukan lewat pameran dagang konvensional. Dalam situasi tertentu, jalur maritim bisa menjadi platform diplomasi yang lebih strategis karena melibatkan simbol negara, interaksi internasional, dan narasi kebangsaan yang kuat.
Peluang yang dibuka dari pelayaran muhibah
Pelayaran KRI Bima Suci memberi ruang promosi yang berbeda dari metode biasa karena menyatukan unsur pertahanan, pendidikan, dan ekonomi dalam satu misi. Saat kapal singgah di berbagai pelabuhan, produk UMKM Indonesia berpeluang mendapatkan perhatian dari pejabat, mitra dagang, maupun komunitas maritim setempat.
Jika promosi berlangsung konsisten dan diikuti tindak lanjut bisnis yang tepat, jalur ini bisa membantu membuka peluang kontrak, distribusi, atau kerja sama pemasaran di negara tujuan. Pemerintah pun dapat menjadikan pengalaman ini sebagai model diplomasi ekonomi yang dapat direplikasi pada agenda internasional lainnya.
Di tengah upaya memperluas ekspor nasional, kehadiran produk UMKM dalam pelayaran muhibah KRI Bima Suci menunjukkan bahwa diplomasi maritim kini tidak hanya bicara soal keamanan dan hubungan antarnegara, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia memanfaatkan ruang laut untuk membawa produk lokal lebih dekat ke pasar dunia.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com