Artemis II Tak Akan Mendarat di Bulan, Lantas Apa Misi Sebenarnya?

NASA kembali membawa manusia ke kawasan Bulan lewat misi Artemis II, tetapi penerbangan ini belum akan berakhir dengan pendaratan di permukaan Bulan. Empat astronot hanya akan mengelilingi Bulan dan menguji banyak sistem penting sebagai langkah menuju misi pendaratan berikutnya.

Misi yang diluncurkan pada 1 April itu menjadi penerbangan berawak pertama NASA ke sekitar Bulan sejak era Apollo. Dalam penerbangan sekitar 10 hari ini, Artemis II membawa Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen untuk menjalani uji coba teknis yang akan menentukan kesiapan NASA melangkah lebih jauh.

Artemis II belum mendarat di Bulan

Artemis II tidak dirancang untuk menjejakkan kaki di permukaan Bulan. NASA menempatkan misi ini sebagai penerbangan orbit, bukan pendaratan, untuk menguji sistem kapsul Orion dan roket Space Launch System dalam kondisi nyata di luar orbit Bumi.

BBC melaporkan pada 2 April 2026 bahwa tujuan utama Artemis II adalah memastikan sistem penerbangan bekerja dengan baik sebelum NASA mengirim astronot untuk mendarat. Jadi, jawaban atas pertanyaan utama pembaca cukup jelas: belum, para astronot Artemis II tidak akan turun ke permukaan Bulan.

Mengapa misi ini tetap penting?

Misi ini penting karena NASA ingin mengurangi risiko sebelum pendaratan manusia benar-benar dilakukan lagi. Para astronot akan menguji navigasi, manuver manual, sistem pendukung kehidupan, dan performa pesawat saat berada lebih jauh dari Bumi dibandingkan misi berawak sebelumnya.

Artemis II juga akan menghasilkan data medis dan ilmiah dari kondisi tanpa gravitasi. Data ini membantu NASA memahami bagaimana tubuh manusia merespons perjalanan luar angkasa dalam durasi panjang.

Tugas empat astronot di dalam Orion

Keempat awak membawa peran yang saling melengkapi selama penerbangan. Mereka harus memantau kondisi kapsul, menguji respons sistem, dan melaporkan setiap perubahan yang terjadi selama perjalanan.

Daftar awak Artemis II adalah:

  1. Reid Wiseman, komandan misi.
  2. Victor Glover, pilot misi.
  3. Christina Koch, spesialis misi.
  4. Jeremy Hansen, spesialis misi dari Kanada.

Hansen mencatat sejarah sebagai warga Kanada pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan. Dalam pesan sebelum lepas landas, ia mengatakan, “Kita akan pergi untuk seluruh umat manusia,” yang menegaskan nilai kerja sama internasional dalam misi ini.

Peluncuran sempat diwarnai kendala teknis

Sebelum lepas landas, Artemis II menghadapi beberapa masalah teknis yang sempat menimbulkan kekhawatiran. NASA menemukan kendala pada sistem penghentian penerbangan, baterai sistem pembatalan peluncuran, serta gangguan dari kebocoran hidrogen dan helium pada uji coba sebelumnya.

Setelah peluncuran, tim juga mencatat gangguan komunikasi singkat antara awak dan pusat kendali. Ada pula kendala pada sistem toilet di pesawat, namun masalah itu disebut sudah diperbaiki.

Peluncuran dari Kennedy Space Center

Artemis II meluncur pada pukul 18:35 CDT dari Kennedy Space Center dan langsung menarik perhatian publik internasional. Roket melaju hingga lebih dari 10.000 mil per jam sebelum pendorongnya terpisah, lalu para awak resmi memasuki ruang angkasa saat melintasi Garis Kármán.

Komandan misi Reid Wiseman menggambarkan pengalaman itu sebagai pemandangan yang luar biasa. Momen tersebut menandai kembalinya manusia ke lintasan Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak era Apollo.

Apa yang akan diuji NASA selama misi ini?

Selama sekitar 10 hari penerbangan, tim NASA akan mengamati sejumlah sistem utama dengan sangat detail. Hasil pengujian ini akan menjadi dasar untuk menentukan kesiapan misi berikutnya yang lebih ambisius.

Berikut fokus utama pengujian Artemis II:

  1. Kinerja kapsul Orion saat membawa awak manusia.
  2. Fungsi roket Space Launch System dalam misi berawak.
  3. Sistem navigasi dan manuver manual di ruang angkasa.
  4. Kemampuan sistem pendukung kehidupan menjaga keselamatan astronot.
  5. Respons tubuh manusia terhadap lingkungan tanpa gravitasi.
  6. Kualitas komunikasi antara awak dan pusat kendali.

Uji coba ini penting karena seluruh sistem harus bekerja konsisten sebelum NASA berani menurunkan astronot ke permukaan Bulan lagi. Setiap data dari perjalanan ini akan dipakai untuk memperbaiki desain, prosedur, dan keamanan misi berikutnya.

Kapan manusia mendarat di Bulan lagi?

NASA masih menargetkan pendaratan manusia berikutnya melalui misi Artemis III yang saat ini dijadwalkan pada 2027. Pada tahap itu, NASA akan menguji proses pertemuan dan penyambungan dengan wahana pendarat sebelum benar-benar menurunkan astronot ke permukaan Bulan.

Misi pendaratan selanjutnya disebut NASA akan memanfaatkan wahana dari SpaceX dan Blue Origin. Setelah itu, fokus jangka panjangnya adalah membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan, terutama di wilayah kutub selatan yang dinilai strategis untuk riset dan eksplorasi.

Artemis II dengan demikian menjadi jembatan penting antara era Apollo dan babak baru eksplorasi Bulan. Misi ini belum membawa astronot ke permukaan Bulan, tetapi menjadi tahap uji yang menentukan apakah manusia benar-benar siap kembali mendarat di sana dalam beberapa tahun mendatang.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Exit mobile version