Target IPO Tak Bergeser Meski Pasar Sepi, 12 Perusahaan Masih Masuk Pipeline BEI

Target penawaran umum perdana saham atau IPO pada 2026 belum berubah meski awal tahun pasar modal Indonesia terlihat sepi. Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia masih mempertahankan sasaran 50 IPO perusahaan baru sepanjang tahun ini, walau belum ada emiten yang resmi mengajukan pencatatan saham pada awal 2026.

Kondisi ini muncul di tengah sentimen yang belum sepenuhnya pulih, baik dari faktor domestik maupun ketidakpastian geopolitik global. Meski begitu, regulator dan bursa melihat penundaan jadwal IPO bukan sebagai sinyal penurunan minat, melainkan sebagai keputusan bisnis yang menunggu waktu pasar yang lebih tepat.

Target IPO Tetap Dipertahankan

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menegaskan belum ada revisi atas target penggalangan dana melalui pasar modal pada 2026. Ia menyebut OJK masih optimistis pasar akan pulih dan memberi ruang bagi calon emiten untuk masuk pada waktu yang lebih ideal.

“Nggak ada. Dari penggalangan dana belum kita revisi. Kita optimis,” kata Hasan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Ia menambahkan bahwa momentum bisa kembali terbentuk jika pemulihan pasar bergerak cepat dan reformasi yang sudah dijalankan membuahkan hasil.

Sepinya Awal Tahun Dipengaruhi Sentimen Pasar

Pada awal 2026, belum ada perusahaan yang mengajukan IPO ke BEI. Situasi ini terjadi ketika pelaku usaha masih berhitung dengan kondisi pasar modal yang bergerak hati-hati, sehingga sebagian perusahaan memilih menunda proses pencatatan saham.

Hasan menjelaskan bahwa penundaan itu tidak selalu berarti penolakan. Menurut dia, ada perusahaan yang menunggu timing terbaik karena menilai kondisi saat ini belum cukup mendukung untuk melantai di bursa.

Pipeline IPO Masih Terisi

Di tengah belum adanya pengajuan baru pada awal tahun, OJK mencatat animo perusahaan untuk masuk ke pasar modal tetap ada. Hasan mengatakan jumlah perusahaan yang mendaftar untuk pernyataan efektif maupun pencatatan saham masih cukup signifikan, sehingga belum ada kebutuhan untuk mengubah target dalam waktu dekat.

Berdasarkan data antrean IPO BEI per 27 Maret 2026, terdapat 12 calon perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Dari jumlah itu, 11 perusahaan masuk kategori aset berskala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.

BEI Tetap Optimistis

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna juga menyampaikan keyakinan bahwa target IPO 2026 masih bisa dikejar. Ia menilai peningkatan transparansi dan kepercayaan investor akan membantu memperkuat sisi permintaan dan mendorong lebih banyak perusahaan masuk ke bursa.

“Dengan kita meningkatkan dari sisi transparansi, kepercayaan akan meningkat,” ujar Nyoman. Menurut dia, jika kepercayaan investor membaik, maka sisi penawaran atau supply side akan ikut lebih atraktif untuk masuk ke pasar.

Faktor yang Menahan Emiten Baru Melantai

Sejumlah perusahaan kemungkinan masih mencermati beberapa hal sebelum memutuskan IPO, terutama volatilitas pasar dan arah pemulihan ekonomi. Dalam situasi seperti ini, emiten cenderung menunggu agar valuasi, minat investor, dan kondisi pasar berada pada titik yang lebih menguntungkan.

Berikut faktor yang ikut memengaruhi keputusan perusahaan menunda IPO:

  1. Kondisi pasar saham yang belum stabil.
  2. Sentimen domestik yang masih berfluktuasi.
  3. Ketidakpastian geopolitik global.
  4. Pertimbangan waktu yang dinilai belum pas oleh calon emiten.
  5. Kebutuhan perusahaan untuk memastikan valuasi dan minat investor optimal.

Agenda Bursa Masih Berjalan

Nyoman menambahkan bahwa BEI terus memperbaiki ekosistem pasar modal Indonesia agar lebih menarik bagi calon emiten dan investor. Ia menyebut pihaknya akan segera menyampaikan perkembangan terbaru kepada OJK dengan asumsi kondisi pasar saat ini.

“Kita akan menyampaikan dalam waktu dekat ke OJK,” kata dia. BEI juga masih menghitung proyeksi dengan mempertimbangkan infrastruktur pasar, rencana kerja, dan kesiapan ekosistem secara keseluruhan.

Target 50 IPO Jadi Ukuran Kepercayaan Pasar

Target 50 IPO sepanjang 2026 menjadi salah satu indikator penting bagi kinerja pasar modal Indonesia. Jika tercapai, angka itu akan menunjukkan bahwa minat perusahaan untuk menghimpun dana publik masih kuat, meski awal tahun sempat berjalan lambat.

Di sisi lain, keberadaan 12 perusahaan dalam pipeline memberi sinyal bahwa pasokan calon emiten belum berhenti. Selama kondisi pasar membaik dan kepercayaan investor meningkat, OJK dan BEI memperkirakan jadwal IPO akan bergerak lebih aktif pada periode berikutnya.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button